Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satu Jemaah Haji Kabupaten Kediri Meninggal Dunia di Mina

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 3 Juli 2023 | 16:54 WIB

 

LEMAH: Moesiran didampingi istri saat mengikuti manasik haji di Pare.
LEMAH: Moesiran didampingi istri saat mengikuti manasik haji di Pare.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kabar duka kembali menerpa keluarga besar jemaah haji asal Kabupaten Kediri. Moesiran, jemaah berumur 92 tahun asal Kelurahan/Kecamatan Pare, yang sempat terkendala saat mengikuti manasik haji, dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti ritual di Mina kemarin.

“Kami kembali mendapatkan kabar duka. Bapak Moesiran bin Karijoredjo wafat pada Jumat 30 Juni 2023,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz saat dikonfirmasi oleh Jawa Pos Radar Kediri kemarin siang.

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan penyebab Moesiran meninggal dunia. Faiz mengaku masih fokus memberi dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan untuk kronologi lengkapnya, dia masih menunggu informasi lebih lanjut. “Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Amin,” kata Faiz.

Sebelumnya, kondisi Moesiran memang diketahui sudah tidak prima. Hal itu nampak sejak pelaksanaan manasik haji di halaman belakang Masjid An-Nur Pare. Kondisi lansia itu relatif lemah. Untuk berjalan, pensiunan tantara tersebut harus menggunakan alat bantu atau tongkat.

Jalannya juga hanya pelan-pelan. Sudah tidak lagi gesit. Bahkan, Moesiran tidak kuasa untuk meneruskan rangkaian manasik kala itu. Almarhum juga memiliki penyakit bawaan sesak napas. Hal itu pula yang membuat dia mudah Lelah.

Selebihnya, pendengaran Musiran juga sudah menurun karena faktor usia. Bahkan, dia sampai harus menggunakan alat bantu pendengaran di telinga kanannya. “Bapak punya sakit bawaan sesak napas. Gampang lelah,” tutur Suparti, 65, istri Moesiran.

Lebih lanjut, Suparti sejatinya mengaku khawatir dengan kondisi suaminya tersebut yang berangkat tanpa didampingi. Namun, melihat tekad dan semangat yang ditunjukkan, dia dan keluarga pun mendukung penuh. “Sebenarnya ya khawatir,” tandasnya.

Seperti diberitakan, sebelumnya, Muhtadi Kusni, 66, jemaah asal Desa Sekoto, Kecamatan Badas juga meninggal dunia saat melaksanakan ibadah haji. Muhtadi sudah mengalami gangguan kesehatan selama beberapa hari terakhir. Terlebih, jemaah susah makan dan minum. Almarhum sering mengeluhkan mual hingga kondisinya semakin menurun. Sampai harus dipasang infus pada Selasa (27/6).

Muhtadi lantas dirawat intensif di Kantor Kesehatan Arafah. Keesokan paginya, jemaah berpindah dari Arafah ke Musdalifah. Saat di sana, Muhtadi diketahui nampak tidak tenang. Dia merasa gelisah di kursi rodanya. Mengeluh badannya lemas dan sesak napas. Hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (28/6) siang.

 Baca Juga: Satu Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk Meninggal di Tanah Suci

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #mina #kediri #meninggal dunia #jemaah haji #haji