Keberpihakan Bupati Hanindhito Himawan Pramana terhadap masyarakat miskin di Kabupaten Kediri tidak hanya ditunjukkan lewat sejumlah bantuan. Pemimpin muda itu mengoperasionalkan boarding school berstandar internasional khusus untuk warga kurang mampu. Terobosan ini sengaja ditelurkan untuk memutus rantai kemiskinan di masyarakat.
Total ada 130 siswa dari keluarga kategori paling miskin dan sangat miskin yang siap belajar di Boarding School SMA Dharma Wanita Pare. Lulusan SMP dari 26 kecamatan di Kabupaten Kediri akan digembleng secara khusus di tahun ajaran 2023/2024. Mereka akan dicetak menjadi entrepreneur-entrepreneur sukses lewat program pembelajaran yang bekerja sama dengan Putra Sampoerna Foundation (PSF) itu.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, Boarding School SMA Dharma Wanita Pare sengaja didirikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Panjalu. “Selama ini Pemkab Kediri terkendala dan tidak bisa intervensi untuk pendidikan SMA/SMK karena merupakan kewenangan provinsi. Makanya, kami mengembangkan SMA Dharma Wanita Pare (aset milik Pemkab Kediri, Red) sebagai boarding school,” kata bupati muda itu.
Menerapkan sistem pembelajaran dari PSF yang berstandar internasional, sekolah tersebut dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Pria yang akrab disapa Mas Dhito itu menginstruksikan para camat untuk mencari anak-anak kurang beruntung di wilayah mereka. “Anak-anak lulusan SMP yang tidak punya cita-cita masuk SMA (karena kondisi ekonominya, Red), kami seleksi untuk mendapat pendidikan di sana,” lanjutnya.
Dalam pembelajaran nanti, ratusan siswa tersebut akan dievaluasi. Sekolah akan membuat pemetaan terkait potensi dan bakat anak. “Yang memang passion-nya di bidang entrepreneur, akan diarahkan untuk menjadi entrepreneur. Kalau ternyata berpotensi melanjutkan ke perguruan tinggi juga akan kami biayai,” terangnya.
Bapak dua anak itu mengaku baru saja menyurvei tanah milik Pemkab Kediri. Pemkab juga akan menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi negeri agar membuka cabang di sana. Dengan demikian, anak-anak lulusan dari boarding school nanti bisa melanjutkan ke sana secara gratis. “Kami biayai semua. Jadi anak-anak bisa kuliah gratis,” jelasnya.
Mas Dhito menjelaskan, boarding school merupakan salah satu investasi jangka panjang Pemkab Kediri di bidang pendidikan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Panjalu. “Memang dampaknya baru akan terasa lima tahun ke depan. Tetapi kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi rantai kemiskinan di Kediri ini akan diputus,” urainya tentang program yang juga akan mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kediri itu.
Antarkan Ratusan Siswa untuk Meraih Mimpi
Sebanyak 130 siswa Boarding School SMA Dharma Wanita Pare yang lolos seleksi akan segera mengikuti pembelajaran mulai 17 Juli nanti. Anak-anak yang berhasil lolos dalam serangkaian seleksi ini pun siap mengejar cita-cita yang sebelumnya bahkan tidak tebersit di benak mereka.
Total ada 250 pendaftar dari seluruh wilayah di Kabupaten Kediri. Mereka diwajibkan mengikuti seleksi yang tidak hanya lewat nilai rapor saja. Melainkan juga dilihat potensinya secara mendalam. Mulai karakter hingga leadership-nya.
Siswa diwajibkan mengikuti bootcamp selama tiga hari. Di sana siswa dites akademik, literasi, numerasi, tes esai mengarang, hingga kemampuannya berkomunikasi dan menuangkan ide dalam focus group discussion. Terakhir siswa juga dites wawancara.
“Memang kami putuskan 130 siswa dulu. Sedikit tapi manageable daripada banyak tapi tidak manageable,” terang Bupati Hanindhito Himawan Pramana sembari menyebut tahun depan akan dievaluasi apakah jumlah siswa angkatan selanjutnya perlu ditambah atau tidak.
Mas Dhito memastikan, 130 siswa yang menempuh pendidikan di sekolah berasrama itu benar-benar siswa dari keluarga miskin di Kabupaten Kediri. “Bahkan saya minta camat untuk mencari anak yang tidak masuk di DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial, Red) tapi benar-benar siswa miskin. Tidak ada titip-titipan,” tegasnya.
Pemkab Kediri mengucurkan anggaran sekitar Rp 6 miliar untuk operasional asrama dan sekolah. Hingga akhir Juni ini dinas pendidikan tengah menyiapkan asrama siswa. “Putera Sampoerna Foundation juga sedang meng-upgrade para guru SMA Dharma Wanita dan guru tambahan yang diperlukan sesuai kurikulum yang ditetapkan,” tambah Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Fadeli.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah