Hidup sebatang kara membuat pemuda 22 tahun ini tertekan. Hingga berujung nekad mengakhiri hidup. Menggantung diri di rerimbunan bambu, tepat ketika orang lain merayakan hari raya kurban.
Pagi itu, Parman hendak menuntaskan ‘rutinitas’ paginya. Usai mengikuti salat Idul Adha, warga Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih ini menuju sungai yang tak jauh dari rumahnya. Berniat buang hajad.
“Kan biasa kalau di dekat sungai (buang hajat di tempat itu),” terang Kasi Kesejahteraan Desa Tales Arik Rudianto.
Rumah Parman tak jauh dari sungai. Hanya 100 meter. Karena itu, mencapainya juga tak lama. Hanya satu menit.
“Wau dalu tasik ketemu (tadi malam masih ketemu, Red),” ucap Kusnan bercerita. Sekitar pukul 19.00 itu pria 70 tahun ini masih melihat Eko makan malam seperti biasa.
Selama ini Eko memang hidup sebatang kara. Kesehariannya numpang di rumah Kusnan. Dia sudah tak mempunyai orang tua dan saudara. Ibunya meninggal ketika Eko kelas 1 SD. Kemudian bapaknya juga telah meninggal dunia lima tahun silam.
“Bapaknya meninggal (karena) sakit,” terang Kusnan.
Ada cerita sedih terkait sang bapak itu. Setelah istrinya meninggal, konon dia coba bunuh diri. Saat itu dia berada di Kalimantan.
“Tapi dia masih selamat dan pulang,” terang Kusnan.
Kembali ke soal Eko, Kusnan mengatakan pemuda itu sebenarnya tak hanya tinggal di rumahnya saja. Tapi juga numpang tidur di rumah warga yang lain. Terutama di tempat orang yang mempekerjakan dirinya.
“Memang pindah-pindah. Di mana dia kerja di situ dia nunut tidur,” sambung Arik.
Kerja apa Eko? “Serabutan. Siapa yang menawari kerja dia ikuti,” lanjutnya.
Baca Juga: Polres Kediri Kota Amankan Pemilik 2.000 Pil Dobel L
Tapi, sudah dua bulan ini Eko menganggur. Tak ada yang menawarinya kerja. Bila sudah seperti itu dia numpang di tempat Kusnan.
“Kalau lagi gak kerja dia di rumah tidur terus. Kalau gak gitu njogrok (duduk santai, Red) mainan HP,” cerita Kusnan mengenai rutinitas kurang baik Eko. Meskipun demikian, hal itu tak membuat Kusnan terganggu.
“Tidak pernah saya bangunkan kalau sedang tidur. Bila ada yang mencari saya suruh membangunkan sendiri,” urainya.
Di mata warga Eko punya tingkah laku yang baik. Tidak pernah terlibat masalah. Dia juga punya banyak teman. Hanya, karena sifatnya yang pendiam, membuat teman maupun warga lain tak terlalu tahu permasalahan Eko. Itulah yang membuat Kusnan dan warga lainnya shock mengetahui si pemuda itu bunuh diri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah