KEDIRI, JP Radar Kediri - Niat Muhkarom membersihkan limbah tebangan tebu dengan cara dibakar di lahannya, Desa Mangu, Kecamatan Kunjang justru memicu kebakaran. Sebab, api merembet ke lahan tanaman tebu yang belum ditebang. Karenanya, dia merugi hingga sekitar Rp 100 juta.
Informasi koran ini menyebut, kebakaran bermula sekitar pukul 16.00 ketika Muhkarom membakar daduk tebangan tebu di lahannya. Namun, karena angin berembus kencang, api berkobar tertiup ke arah lahan tepat di sebelahnya.
“(Penyebabnya) ada yang membakar daduk dan merembet,” jelas Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Kediri Sutiyana melalui Rusmanto, petugas Pos PMK Pare yang berada di lapangan.
Angin kencang membuat api menyebar dengan cepat. Muhkarom langsung menghubungi petugas PMK untuk penanganan. “Sekitar pukul 16.25 laporan masuk, pukul 16.45 petugas sampai lokasi,” ungkap Rusmanto.
UPT PMK Kabupaten Kediri mengerahkan tiga unit mobil damkar. Dua unit dari Pos Pare, dan satu unit dari Pos Grogol. Sekitar 5 jam proses pemadaman baru selesai. Rusmanto mengakui, jauhnya sumber air menjadi penyebab sulitnya proses pemadaman. Selain itu, lahan seluas 30 ribu meter persegi juga mempersulit pemadaman. Apalagi angin kencang membuat api mudah menyebar.
“Sulit mencari sumber air, ambil air di pabrik jelly Wong Coco, kira-kira 5-6 kilometer, tiga unit ada yang ambil air 2 kali. Ada yang 3 kali,” paparnya. Dari kejadian tersebut, Muhkarom mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah