KEDIRI, JP Radar Kediri - Bandara Internasional Kediri rencananya akan beroperasi pada akhir tahun ini. Berbagai tahap pengerjaan terus dikebut. Guna memastikan target berjalan sesuai dengan agenda, Pemkab Kediri akan melakukan pengecekan langsung.
"Kami akan peninjauan ke lapangan dalam waktu dekat," ujar Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana kepada Jawa Pos Radar Kediri saat ditemui di Kampung Lukis Ruslan Desa Dawung, Kecamatan Ringinrejo.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh progres pembangunan bandara. Tidak hanya itu, pihaknya juga ingin memastikan tidak ada gangguan atau permasalahan berarti dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Oleh karena itu, pemkab perlu melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Lebih lanjut, Dhito juga berharap, kunjungan pemerintah daerah juga dapat menjadi pelecut semangat dari petugas dan pelaksana proyek di sana. Pasalnya, keberadaan bandara itu sangat ditunggu oleh khalayak umum. Tidak hanya warga Kediri Raya saja. Melainkan juga warga dari daerah tetangga.
"Efeknya pasti akan sangat besar. Tidak hanya untuk Kediri," tutur ayah dua anak tersebut.
Lebih jauh, Dhito optimistis bahwa pembangunan Bandara Internasional Dhaha Kediri akan rampung sesuai target yang ditetapkan. Dia yakin, landasan udara ini akan dapat beroperasi pada tahun ini.
Hal senada disampaikan oleh Asisten 1 Pemkab Kediri Sukadi. Menurutnya, progres bandara berjalan sesuai dengan agenda yang telah disusun. Sehingga diharapkan mampu diselesaikan dan beroperasi pada tahun ini juga. Namun begitu, pihaknya mengaku tidak ingin terlalu berspekulasi.
"Kita harapkan yang terbaik. Semua dapat berjalan sesuai dengan agenda yang ada," tandasnya.
Sukadi menilai, keberadaan bandara internasional itu tentu akan membawa banyak dampak positif bagi warga Kediri dan sekitarnya. Seperti dari sektor ekonomi, transportasi, dan lain semacamnya. "Kami sangat antusias dengan proyek ini. Kediri pasti akan semakin baik lagi," terangnya.
Harus Siapkan Pelatihan dan Potensi Sentra UMKM
Volume dan potensi lonjakan calon pengunjung karena dampak Bandara Internasional Kediri diprediksi meningkat. Kondisi ini harus disikapi dengan seksama oleh Pemkab Kediri. Seperti dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan warga kabupaten.
"Pelatihan-pelatihan harus digencarkan. Masyarakat harus diberikan bekal keterampilan," ujar Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan hal yang utama. Pasalnya, bekal skill dapat menjadi fondasi warga untuk mengembangkan usaha dan kreativitasnya masing-masing. Sehingga mereka dapat mengimbangi derasnya kunjungan di Kediri Raya nantinya.
Tidak hanya itu, sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga perlu dikembangkan di area sekitar bandara. Dengan begitu, produk unggulan warga Kediri dapat terakomodir dengan baik. Harapannya, pendapatan masyarakat dapat terkatrol dengan hal tersebut.
"UMKM harus semakin diberdayakan dan didukung. Harus terintregasi dengan baik," ucap Dodi.
Terpisah, Asisten 1 Pemkab Kediri Sukadi mengatakan bahwa pemkab telah mengadakan serangkaian pelatihan. Ke depannya pelatihan-pelatihan masih akan terus dilakukan. Semua sesuai kebutuhan dan keperluan yang ada di lapangan.
Sukadi juga melihat keberadaan bandara sebagai peluang yang harus dimaksimalkan. "Tentu harapannya adalah peningkatan taraf ekonomi dari masyarakat," ungkapnya kepada koran ini.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah