KEDIRI, JP Radar Kediri – Salat Idul Adha (Id) di Stadion Brawijaya kemarin diikuti oleh ribuan umat. Beribadah di tempat terbuka, anak-anak ikut antusias mengikuti ritual hingga memanjatkan doa. Perbedaan perayaan kurban yang kembali terjadi tahun ini dimaknai sebagai wujud rahmat Allah SWT.
Pantauan koran ini, salat Id di Stadion Brawijaya digelar pukul 06.30. Meski demikian, umat sudah mulai berdatangan sejak pukul 06.00. Mereka langsung membentuk saf di bagian dalam stadion.
Ustad Dzulfikar Ahmad Tawalla yang kemarin menjadi khatib mengajak jemaah meneladani ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap perintah Allah SWT. Keikhlasan mereka jadi wujud kekuatan dalam memilih jalan Allah. Hal tersebut menurutnya bisa diterapkan dalam kehidupan tiap keluarga.
Baca Juga: Ketika Kios-Kios di Pasar Setonobetek Berganti Fungsi Jadi Rumah Tinggal
“Ajak anak-anak kita ke masjid jarena ketika kita sudah beranjak ke liang lahat, doa mereka yang akan jadi penyelamat,” pesannya.
Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Salat Id Mintardjo mengatakan, jemaah yang hadir di Stadion Brawijaya kemarin diperkirakan berjumlah sekitar dua ribu orang. Selain berasal dari Kota Kediri, banyak juga yang merupakan warga luar kota.
Selain menyiapkan saf, menurut Mintardjo panitia dari PD Muhammadiyah Kota Kediri juga menyiapkan tempat wudu untuk memudahkan jemaah. Dengan demikian, jemaah bisa bersuci di lokasi.
Pria yang juga ketua Pengurus Cabang Muhammadiyah Kecamatan Kota ini menjelaskan, saat pelaksanaan salat Idul Adha biasanya jumlah jemaah lebih sedikit dibanding salat Idul Fitri. “Tapi ini tadi (kemarin, Red) kok banyak sekali. Kemungkinan banyak juga jemaah yang datang dari luar (kota, Red),” lanjutnya.
Baca Juga: Inilah Sosok Kapolsek Papar Iptu Mulyono
Mintardjo menengarai banyaknya jemaah yang ikut salat Id di Stadion Brawijaya kemarin karena efek long weekend. Sehingga, banyak masyarakat yang memanfaatkan untuk pulang kampung dan salat di sana.
Untuk diketahui, selain di Stadion Brawijaya, salat Id juga digelar di delapan lokasi lainnya. Yakni, di GOR Jayabaya, lapangan Mojoroto, halaman Masjid Al-Ma’ruf Rejomulyo.
Kemudian di halaman masjid Al-Fattah Blabak, halaman masjid Ar-Rohmah Kaliombo. Selanjutnya di halaman masjid Al-Fattah Blabak Kota, halaman RSM Ahmad Dahlan Ngampel, lapangan Burengan Pesantren, dan lapangan Gajahmada Pesantren.
Terkait perbedaan pelaksanaan salat Id, dimana Muhammadiyah menggelar lebih awal dari jadwal pemerintah, Mintardjo menyikapi itu sebagai bentuk rahmat Allah SWT. Dia meminta agar perbedaan itu tidak menjadi pemicu perselisihan antarumat beragama. “Jangan dijadikan sebagai perselisihan. Karena memang dari awal penghitungannya tidak sama,” paparnya.
Sementara itu, usai salat Id kemarin tim Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri kemarin melakukan pemeriksaan pemotongan hewan kurban. Hasilnya, mereka menemukan ada hati kambing yang terinfeksi cacing.
Hati kambing bercacing itu ditemukan di Ponpes Al Falah Ploso, Mojo. Dari kondisi fisik, menurut Tutik hewan yang disembelih kemarin tidak terlihat sakit. “Hanya bisa dilihat bila sudah dibedah organnya,” kata Tutik tentang hasil sidak sekitar pukul 08.30 kemarin.
Melihat adanya cacing di hati kambing itu, Tutik meminta agar hati yang ada cacingnya dibuang. Demikian juga dengan hati yang terindikasi ada cacingnya. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar hati yang ada telur cacingnya tidak ikut dikonsumsi.
Baca Juga: JPU Hadirkan Enam Saksi di Sidang PT Afi Farma di PN Kota Kediri
Lebih jauh Tutik menjelaskan, dalam pemeriksaan post mortem kemarin tim DKPP fokus mengecek jeroan hewan. Mulai paru-paru dan jantung untuk melihat penyakit mulut dan kuku (PMK). Kemudian fokus pemeriksaan hati untuk melihat keberadaan cacing.
Organ lain seperti limpa juga diperiksa untuk melihat indikasi antraks. “Ginjal juga diperiksa. Di saluran cerna biasanya ditemukan cacing gilik,” terang Tutik sembari menyebut pihaknya juga menemukan dua ekor kambing lain dengan cacing hati di Kecamatan Mojo.
Untuk diketahui, jika DKPP Kabupaten Kediri melakukan pemeriksaan post mortem kemarin, DKPP Kota Kediri baru akan melakukan pemeriksaan hari ini. Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Retno Harini mengatakan, pihaknya sudah mengantongi data tentang lokasi penyembelihan hewan kurban di Kota Kediri. “Ada tiga tim yang besok (hari ini, Red) akan turun,” kata Retno.
Tim yang terdiri dari dokter hewan, petugas dinas peternakan dan mahasiswa peternakan itu akan terjun ke total 400 titik penyembelihan di 46 kelurahan. Tim menurutnya akan memeriksa karkas dan jeroan hewan. “Biasanya akan disayat untuk mengetahui apakah ada cacing pita atau tidak,” papar Retno sembari menyebut hati yang terkontaminasi cacing pita tak boleh dikonsumsi atau didistribusikan kepada masyarakat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah