Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Lima Tersangka Pembacokan di Sekitar SLG, Ternyata Ada Residivis dan Anak-Anak

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 27 Juni 2023 | 16:46 WIB

PASRAH: Polisi menggelandang lima pelaku pembacokan dan pemukulan dalam rilis di Polres Kediri kemarin.
PASRAH: Polisi menggelandang lima pelaku pembacokan dan pemukulan dalam rilis di Polres Kediri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Satresrkim Polres Kediri berhasil mengungkap pelaku pembacokan yang menghebohkan Kediri pada Rabu (21/6) dini hari lalu. Setidaknya ada lima pemuda yang ditangkap oleh tim resmob. Selain membacok korban di Desa Gogorante, Ngasem, mereka juga beraksi melakukan pelemparan dan pemukulan di Desa Menang, Pagu.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Rizkika Atmadha Putra mengungkapkan, lima pemuda yang terlibat kerusuhan dan pembacokan pada Rabu dini hari lalu adalah Nanda Bellia Wibowo, 19; asal Desa Tanjungtani, Prambon, Nganjuk. Kemudian, Bayu Aditya Firmasha, 22, asal Desa Nanggungan, Kayenkidul, Kabupaten Kediri.

Ada pula Mimbar Julianto asal Desa Carangwulung, Wonosalam, Jombang. Selanjutnya, dua anak di bawah umur lainnya asal Jombang juga terlibat. Mereka adalah FAS, 17, asal Kecamatan Kesamben, dan VFP, 15, asal Wonosalam. “Salah satu pelaku (Bayu Aditya, Red) merupakan residivis kasus yang sama (pembacokan, Red),” kata Rizkika tentang pemuda yang baru bebas dari penjara sebulan lalu itu.

Baca Juga: SMAN 1 Grogol Sukses Gelar P5 Kurikulum Merdeka, Ini yang Dikenalkan

Lebih jauh Rizkika menjelaskan, di Desa Menang, Pagu, kelompok ini melempar batu dan memukul Nur Shodiq Mualifi, 22, menggunakan batu. Adalah Mimbar Julianto yang melakukan aksi tak terpuji tersebut. Kemudian, Bayu ikut memukul Nur menggunakan tongkat besi.

Mereka terpancing melakukan pemukulan karena malam itu Nur memakai baju berwarna gelap dengan tulisan salah satu perguruan silat. Tak berhenti di situ, sekitar pukul 01.30 mereka kembali beraksi di Desa Gogorante, Ngasem.

Elang Elgibran, 22, yang sedang bersama empat temannya menunggu ban motornya yang bocor ditembel jadi korban pembacokan oleh FAS. Pelajar itu mengeluarkan celurit dari dalam hoodie yang dipakainya.

Baca Juga: Tujuh Desa di Kabupaten Nganjuk Rawan Kesulitan Air Bersih, Mana Saja?

Dia lantas membacok Elang yang malam itu memakai baju bergambar salah satu perguruan silat. “Karena korban memakai pakaian gelap dan terdapat tanda salah satu lambang perguruan silat, pelaku mendatangi korban,” terangnya.

Akibat bacokan itu, Elang menderita luka di paha kiri dan kanan, serta di punggung. Dia lantas dilarikan ke RSUD SLG untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Rizkika menjelaskan, setelah mendapat laporan dari korban pada Rabu lalu, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Hasilnya, beberapa saksi mengungkapkan ciri-ciri yang mirip dengan Mimbar. Polisi langsung melakukan pengejaran. “Tersangka (Mimbar, Red) sempat melarikan diri ke Surabaya (setelah beraksi, Red),” jelas perwira dengan pangkat tiga balok di Pundak itu.

Adapun empat pelaku lainnya ditangkap di lokasi yang berbeda. Yakni, ada yang ditangkap di rumahnya. Ada pula yang ditangkap saat sedang berada di Papar dan di Jombang.
Apakah lima pemuda itu juga merupakan pelaku pembacokan terhadap Ryan Rizuki Afandi, 16, yang jadi korban di Desa Menang, Pagu, dalam waktu yang sama? Kanit Pidana Umum Polres Kediri Ipda Dandy Fitra Ramadhan menambahkan, bisa saja pelakunya merupakan orang yang sama. Meski demikian, polisi belum bisa menyelidiki hal tersebut karena korban belum membuat laporan. “Infonya akan membuat laporan hari ini (tadi malam, Red),” jelasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#di bawah umur #pembacokan #slg #simpang lima gumul #tersangka #tersangka pembacokan