Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SMAN 1 Grogol Sukses Gelar P5 Kurikulum Merdeka, Ini yang Dikenalkan

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 26 Juni 2023 | 21:16 WIB
TRADISI JAWA: Siswa SMAN 1 Grogol memamerkan tradisi sedekah bumi dan nyadran dalam kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).
TRADISI JAWA: Siswa SMAN 1 Grogol memamerkan tradisi sedekah bumi dan nyadran dalam kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Menjelang akhir semester genap, SMAN Grogol kemarin mengelar Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Acara yang digelar di lapangan SMAN 1 Grogol tersebut bertemakan Kearifan Lokal: Berbagi Ceria dalam Kearifan.

Dalam acara tersebut siswa dan siswi SMAN 1 Grogol menampilkan beberapa tradisi daerah. Diantaranya adalah wetonan, wiwitan pari, tedhak siten, nyadran, dan tari jaranan. Perayaan P5 tersebut juga dimeriahkan dengan puluhan stand makanan dan permainan daerah.

Kegiatan P5 yang digelar SMAN 1 Grogol kemarin bukan sekadar sebagai implementasi kurikulum merdeka. Lebih dari itu, sekolah ingin mengenalkan kembali tradisi dan budaya yang ada di sekitar mereka. “Banyak tradisi-tradisi masyarakat Jawa yang kurag dipahami dan ketahui siswa,” ujar Djaji Susetyo, S.Sos ketua panitia. Melalui P5 yang bertemakan kearifan lokal, diharapkan siswa SMAN 1 Grogol menjadi paham akan tradisi masyarakat Jawa dan kemudian melestarikannya.

Kegiatan P5 dibuka oleh Fuad Toifi, M.Pdi selaku Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri. Pria yang akrab disapa Fuad tersebut sangat mengapresiasi P5 yang ditampilkan oleh siswa SMAN 1 Grogol. “Sangat luar biasa perayaan P5 di SMAN 1 Grogol,” pujinya. Menurutnya acara ini merupakan wujud dari implementasi kurikulum merdeka. Fuad juga memberikan apresiasi atas antusiasme siswa dan sekolah dalam menyelenggarakan P5.

Acara dilanjutkan dengan penampilan siswa SMAN 1 Grogol yang memeragakan kebudayaan daerah. Totalitas sangat jelas diperlihatkan oleh siswa. Itu tergambar dari property dan kelengkapan yang ditampilkan. Mulai dari tumpeng, jadah, hingga gunungan hasil bumi.
Kepala SMAN 1 Grogol, Drs. I Made Suastika, M.Pd merasa bangga dengan penampilan anak didiknya. “Excited, luar biasa. Anak-anak memberikan penampilan yang sangat optimal,” ujarnya. I Made Suastika juga berharap, melalui kegiatan P5 kedepannya siswa dapat berkontribusi di lingkungannya dalam melestarikan kebudayaan nusantara.

Para wali murid yang hadir kemarin juga ikut bangga atas apa yang ditampilkan oleh anak-anak mereka. “Acara seperti ini bagus sekali. Anak-anak perlu tahu bahwa Indonesia itu kaya akan tradisi dan budaya,” ujar Atik Mustikaningsih selaku wali murid.

Sukses SMAN 1 Grogol dalam menggelar P5 tidak lepas dari persiapan yang matang. “Kami persiapkan sejak dua minggu yang lalu, ” ujar Deny Sepbastian S.Kom, Waka Kurikulum. Dia juga mengaku senang, siswanya sangat antusias dan kooperatif dalam mempersiapkan perayaan P5. “Mereka sadar dan tahu betul apa yang mereka butuhkan. Sehingga mereka ikut secara aktif, bahkan acara ini diinisiasi oleh siswa,” pungkasnya.

SIMBOLIS: Pengawas Cabdindik Fuad Toifi didampingi I Made Suastika membuka P5 SMAN 1 Grogol. Kegiatan tersebut bertemakan Kearifan Lokal.
SIMBOLIS: Pengawas Cabdindik Fuad Toifi didampingi I Made Suastika membuka P5 SMAN 1 Grogol. Kegiatan tersebut bertemakan Kearifan Lokal.

Borong 3 Penghargaan di KSN
Belum lama menakhodadi SMAN 1 Grogol, Drs. I Made Suastika, M.Pd sudah memberikan perubahan yang nyata. Pria yangb akrab disapa Made tersebut berkomitmen penuh mendukung anak didiknya untuk berprestasi. Dan dukungan tersebut mulai membuahkan hasil. Belum lama ini, sekolah yang berlokasi di Jl. Raya Gringging No. 16 Desa Sonorejo, Kecamatan Grogol ini berhasil memperoleh 3 juara sekaligus dalam KSN (Kompetisi Sains Nasional) tingkat kabupaten.
SMAN 1 Grogol meraih Juara 1 Ekonomi, Juara 2 Kimia, dan Juara 4 Geografi tingkat Kabupaten Kediri. Prestasi itu dipersembahkan oleh Adelia Cahya Wulandari, Yustinus Eriko Prastiko Aditya Nugraha, dan Djesica Eka Putria. Dengan itu, Ketiga siswa SMAN 1 Grogol mewakili Kabupaten Kediri untuk maju ke tingkat provinsi.

MEMBANGGAKAN: Adelia, Eriko dan Djesica, pemenang KSN foto bersama Kepala SMAN 1 Grogol I Made Suastika dan guru pembimbing.
MEMBANGGAKAN: Adelia, Eriko dan Djesica, pemenang KSN foto bersama Kepala SMAN 1 Grogol I Made Suastika dan guru pembimbing.

Uniknya dua diantaranya adalah siswa yang masih duduk di kelas 10. Hal tersebut tidaklah menjadi masalah. Pihak sekolah pun memberikan bimbingan intensif selama tiga bulan. Tidak hanya bimbingan, siswa yang akan berkompetisi juga diberikan pendampingan. “Kami juga memanggil motivator untuk memotivasi mereka. Selain itu juga kita datangkan orang tua untuk mendukung mereka,” tutur Made.

Adelia Cahya Wulandari, siswa kelas 10 yang menjadi juara 1 KSN Ekonomi Tingkat Kabupaten ini mengaku sempat insecure. “Saya kan masih kelas 10, Apalagi yang diujikan materi ekonomi kelas 11 dan 12,” ujar siswa yang hobi menggambar tersebut . Hal serupa juga dirasakan Yustinus Eriko Prastiko Aditya Nugraha, siswa kelas 10 yang menjadi juara 1 KSN Kimia. Dia sangat senang karena sekolah memberikan dukungan melalui kegiatan bimbingan. “Setelah mengikuti bimbingan yang intens dan latihan sendiri di internet akhirnya saya yakin meskipun masih kelas 10,” ujar siswa yang bercita-cita menjadi seorang dokter tersebut.

Kesulitan dalam persiapan lomba juga dirasakan Djesica Eka Putria, siswa kelas 11 yang menjadi juara 4 KSN Geografi. “Awalnya sempat terjadi perdebatan dengan orang tua. Karena hampir setiap hari mengikuti bimbingan sampai sore,” ujarnya. Namun hal tersebut dapat teratasi berkat komunikasi yang baik anatara sekolah dan wali murid. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#P5 #kurikulum merdeka #sman 1 grogol