Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satpol PP Kota Kediri Gelar Razia Gabungan, Ini yang Diciduk

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 26 Juni 2023 | 17:24 WIB

 

 

PASRAH: Tim gabungan menggelandang gepeng yang kedapatan mangkal di sejumlah jalan protokol Kota Kediri untuk dibawa ke barak sosial di Semampir, kemarin.
PASRAH: Tim gabungan menggelandang gepeng yang kedapatan mangkal di sejumlah jalan protokol Kota Kediri untuk dibawa ke barak sosial di Semampir, kemarin.

KOTA, JP Radar Kediri–Puluhan gepeng dan manusia boneka yang berada di sejumlah perempatan dan jalan protokol Kota Kediri kemarin sempat kocar-kacir. Ini setelah tim gabungan satpol PP dan dinas sosial melakukan Razia kemarin pagi.Hasilnya, sebanyak 26 orang berhasil diamankan dan dibawa ke barak Semampir.

Razia digelar mulai pukul 09.00. Tim yang terdiri dari satpol PP, dinas sosial, TNI, dan polisi dibagi menjadi tiga tim. Masing-masing menyasar wilayah Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Pesantren.

Tim di wilayah Kecamatan Mojoroto melakukan penyisiran mulai dari daerah Bandarngalim hingga masuk ke perempatan Jl Penanggungan. Di sana, seorang pria lansia yang tengah meminta-minta langsung diangkut ke mobil razia. Hal yang sama juga dilakukan saat tim mendapati empat anak punk yang asyik tidur di teras rumah warga.

Empat pemuda yang biasanya langsung kabur saat melihat satpol PP itu hanya bisa pasrah saat dibangunkan. Mereka juga menurut saja saat diajak masuk ke mobil satpol PP. Demikian juga dengan dua pengamen yang berada tak jauh dari mereka.

Di wilayah Kecamatan Kota, tim tidak hanya mengamankan gelandangan dan pengemis. Mereka juga mengangkut manusia boneka atau pengamen yang memakai kostum boneka ke mobil satpol PP.

Kabid Ketenteraman, Ketertiban, dan Perlindungan Masyarakat (Tramtiblinmas) Satpol PP Kota Kediri Agus Dwi Ratmoko mengungkapkan, pihaknya sengaja melakukan razia gabungan Jumat kemarin. Alasannya, pada hari Jumat selalu banyak gepeng yang beroperasi karena mengharap Jumat Berkah.

Dari puluhan orang yang terjaring itu, diakui Agus ada beberapa gepeng yang merupakan ‘langganan’ satpol. Orang-orang tersebut beberapa kali terjaring tetapi tetap tak kapok dan kembali ke jalanan.

“Mereka notabenenya banyak melangsungkan aktivitas di perempatan. Dan itu bisa membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan,” terang Agus sembari menyebut pihaknya membawa puluhan orang yang terjaring ke barak penampungan di Semampir.

Di sana, gepeng dan anak punk yang terjaring tidak hanya dilakukan pembinaan. Melainkan juga diperiksa kondisi kesehatannya oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kota Kediri. “Razia ini untuk mengurangi dampak-dampak yang ditimbulkan dengan adanya aktivitas PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial, Red) tersebut di jalan,” terang Agus.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Kediri Yudi Erwanto menambahkan, dinsos sudah mendata dan mengelompokkan PMKS yang terjaring. Termasuk mendata orang dari luar Kota Kediri. Total ada delapan PMKS yang berasal dari luar Kota Kediri.

“Nanti kita bina dan arahkan. Kalau dia butuh pelatihan, misalnya anak muda, seperti otomotif, pertukangan, kelistrikan, atau jahit, akan kita arahkan ke panti-panti untuk dilatih di sana,” terang Yudi. (ais/ut)

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#razia gabungan #anak punk #satpol pp #kota kediri