Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lebaran di Timur Tengah Tak Semeriah di Indonesia? Begini Faktanya

Khansa Dhiya Ramadhania • Rabu, 25 Maret 2026 | 17:13 WIB

Tradisi Lebaran di Timur Tengah
Tradisi Lebaran di Timur Tengah

JP Radar Kediri – Idul Fitri selalu identik dengan suasana meriah, penuh kebersamaan, dan tradisi unik terutama di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia.

Namun, bagaimana dengan perayaan Lebaran di Timur Tengah, wilayah asal lahirnya Islam?

Banyak yang mengatakan bahwa suasana Lebaran di sana terasa lebih sederhana dan tidak semeriah di Indonesia.

Anggapan ini ternyata tidak sepenuhnya salah, meskipun perlu dilihat dari sudut pandang budaya yang berbeda.

Di negara-negara Timur Tengah, perayaan Idul Fitri cenderung lebih menekankan aspek ibadah. Masyarakat memulai hari dengan melaksanakan salat Id berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan berkumpul bersama keluarga inti.

Tidak banyak tradisi tambahan seperti mudik besar-besaran atau kunjungan silaturahmi ke banyak rumah seperti yang umum terjadi di Indonesia.

Bahkan, setelah rangkaian ibadah selesai, sebagian masyarakat kembali menjalani aktivitas secara lebih santai tanpa perayaan yang terlalu panjang.

Meski demikian, bukan berarti Lebaran di Timur Tengah sepenuhnya sepi. Di beberapa negara seperti Mesir, Maroko, atau Lebanon, masyarakat tetap merayakan Idul Fitri dengan cara yang khas.

Mereka biasanya menghabiskan waktu bersama keluarga, pergi berlibur ke pantai, mengunjungi taman hiburan, hingga menikmati berbagai pertunjukan, terutama untuk anak-anak.

Suasana kegembiraan tetap terasa, meskipun tidak ditunjukkan dalam bentuk perayaan sosial yang besar seperti di Indonesia.

Perbedaan paling mencolok terlihat dari tidak adanya tradisi mudik dalam skala besar. Di Indonesia, mudik menjadi bagian tak terpisahkan dari Lebaran dan bahkan menjadi fenomena nasional yang melibatkan jutaan orang setiap tahunnya.

Selain itu, tradisi seperti halal bihalal, sungkeman, takbir keliling, hingga open house besar-besaran juga tidak ditemukan di Timur Tengah. Hal inilah yang membuat suasana Lebaran di Indonesia terasa lebih ramai dan penuh interaksi sosial.

Perbedaan ini tidak menunjukkan bahwa Lebaran di Timur Tengah kurang meriah, melainkan mencerminkan perbedaan budaya dalam merayakan hari raya.

Di Timur Tengah, perayaan Idulfitri cenderung menitikberatkan pada kesederhanaan esensi ibadah serta kehangatan silaturahmi keluarga inti.

Sementara di Indonesia, Lebaran justru menjelma menjadi perpaduan harmonis antara nilai religius dan tradisi lokal yang sangat meriah serta berwarna.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#Budaya Timur Tengah #Tradisi Lebaran di Indonesia #budaya islam #hari raya #lebaran di timur tengah #perayaan idul fitri #lebaran idul fitri #eid mubarak #tradisi lebaran #idul fitri #tradisi lebaran di timur tengah #Hari Kemenangan #hari raya idul fitri