JP Radar Kediri – Rumor mengenai kematian pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mendadak bikin gempar jagat maya. Berdasarkan kabar yang beredar luas di media sosial, pemimpin tertinggi Korut itu disebut mengalami pendarahan otak parah hingga koma, bahkan sempat diterbangkan ke Beijing, Cina, untuk perawatan darurat.
Namun, spekulasi liar tersebut langsung mentah setelah media pemerintah Korea Utara merilis sejumlah foto terbaru yang memperlihatkan sang pemimpin masih aktif menjalankan tugas publik.
Dalam laporan Korean Central News Agency (KCNA) yang dikutip dari New York Post, Kim Jong Un tampak mendatangi sebuah pameran pakaian dan sepatu pada Senin (19/10/2026). Mengenakan gaya khasnya, ia terlihat sibuk memeriksa kualitas sepatu anak-anak, mengamati mantel perempuan, hingga berbincang dengan para pejabat yang mendampinginya.
Rangkaian dokumentasi visual itu dirilis hanya berselang beberapa jam setelah rumor kematiannya berembus kencang. Kendati demikian, New York Post mencatat bahwa keaslian serta waktu pasti pengambilan foto-foto tersebut belum bisa diverifikasi secara independen untuk memastikan kondisi kesehatannya secara utuh.
Baca Juga: BTS hingga BLACKPINK Dikabarkan Absen dari Kategori Baru Grammy 2027, Ada Apa?
Asal-Usul Rumor
Kabar burung mengenai wafatnya Kim Jong Un pertama kali dicuatkan oleh Wanjun Xie, seorang pembangkang asal Cina yang kini berbasis di Amerika Serikat dan berafiliasi dengan Partai Demokrat Cina.
Melalui akun X (dulu Twitter) pribadinya, @xie_wanjun, Xie mengeklaim bahwa Kim telah meninggal dunia. Ia bahkan menyebut pemerintah Cina telah mengirimkan 9.000 tentara ke Pyongyang demi mengamankan rencana suksesi dan mencegah perang saudara.
"Rumor yang beredar bahwa Kim Jong Un telah meninggal dunia menggagalkan rencana suksesi Kim Ju Ae... Partai Komunis Tiongkok dilaporkan telah mengirimkan 9.000 tentara ke Pyongyang untuk membantu Kim Ju Ae dalam menstabilkan rezimnya," tulis Xie.
Lebih lanjut, ia mengeklaim tim dokter spesialis kardiovaskular dari Peking Union Medical College Hospital sempat dikirim ke Pyongyang pada 17 Oktober untuk menyelamatkan nyawa sang pemimpin yang berada dalam kondisi kritis. Meski demikian, klaim-klaim sensasional tersebut sama sekali tidak memiliki dasar verifikasi resmi dari lembaga independen maupun intelijen internasional.
Sebelum isu ini mencuat, penampakan publik terakhir Kim Jong Un tercatat pada 11 Oktober lalu saat ia meresmikan Museum Revolusi Pertahanan Nasional didampingi putrinya, Kim Ju Ae. Analis Korea Utara, Benedict Rogers, menilai sang pemimpin memang kerap diterpa isu kesehatan akibat kelebihan berat badan ekstrem, tetapi rumor kematian mendadak seperti ini kerap kali muncul tanpa bukti valid—seperti yang pernah terjadi pada tahun 2020 silam.
Muncul 2 Nama yang Disorot Jadi Pemimpin Korea Utara
Seandainya dinamika politik internal Korea Utara benar-benar mengalami pergantian kepemimpinan, para pengamat internasional sepakat bahwa ada dua figur utama yang paling disorot untuk memegang kendali dinasti keluarga Kim:
Baca Juga: Tanpa Isak dan Gakpo, Liverpool Hadapi Manchester City yang Sempurna di Anfield
1. Kim Yo Jong (Sang Adik)
Adik perempuan Kim Jong Un yang kini berusia 38 tahun ini dikenal memiliki pengaruh politik yang sangat kuat di lingkaran dalam Pyongyang. Perannya sering kali terlihat saat ia menyampaikan garis keras kebijakan luar negeri Korea Utara terhadap Korea Selatan. Sejumlah analis menilai Kim Yo Jong sangat berpotensi mengambil alih tampuk kekuasaan tertinggi—atau setidaknya memimpin pemerintahan transisi—mengingat usia keponakannya yang masih terlalu belia.
2. Kim Ju Ae (Sang Putri)
Di sisi lain, perhatian intelijen global juga tertuju pada Kim Ju Ae, putri Kim Jong Un yang kini menginjak usia 13 tahun. Sejak kemunculan perdananya pada akhir 2022 lalu dalam uji coba peluncuran rudal hingga lawatan kenegaraan ke Tiongkok, Ju Ae secara konsisten diperkenalkan dalam berbagai agenda militer strategis. Jika kelak diresmikan sebagai penerus, ia akan mencetak sejarah sebagai pemimpin perempuan pertama di Korea Utara.
Kendati bursa suksesi terus menghangat di tengah terpaan rumor, faktanya belum ada penunjukan resmi maupun pengumuman mekanisme suksesi dari pemerintah Korea Utara. Segala kemungkinan besar masih akan sangat bergantung pada arah angin politik di dalam negeri yang terkenal tertutup rapat tersebut.
Editor : Shinta Nurma Ababil