Asap Karhutla Indonesia Menyebar, Singapura dan Malaysia Ikut Kena Imbas

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:15 WIB
Kondisi kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (5/10/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)
Kondisi kabut asap di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (5/10/2026). (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

JP Radar Kediri – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia tidak hanya mengepung daerah asal, tetapi juga terbawa angin hingga melintasi batas negara. 

Dampaknya kini dirasakan langsung oleh negara tetangga, mulai dari Malaysia hingga Singapura.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan langkah penanganan terpadu terus digencarkan untuk meredam eskalasi karhutla dan menekan risiko sebaran asap lintas batas.

"BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat langkah terpadu untuk mengendalikan karhutla sekaligus mengurangi risiko penyebaran asap hingga melintasi batas negara. Langkah pertama dan paling mendasar adalah memadamkan api di sumbernya," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, pada Kamis (15/10/2026).

Baca Juga: Ustaz Adi Hidayat Tanggapi Soal Karhutla, Desak Pemerintah Beri Laporan Utuh ke Presiden Prabowo

Berton menjelaskan, pihaknya memaksimalkan seluruh instrumen penanggulangan, mulai dari operasi darat hingga langkah-langkah antisipatif guna mencegah titik api baru bermunculan.

"Kami melakukan operasi darat dan udara sesuai kondisi lapangan, pendinginan untuk mencegah api menyala kembali, serta mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca bersama BMKG apabila kondisi atmosfer memungkinkan," paparnya.

Selain pemadaman aktif, tim gabungan juga memperketat pemantauan harian yang meliputi:

Analisis Meteorologi: Memantau titik api, kondisi cuaca aktual, serta arah pergerakan angin.

Peringatan Dini: Menjadikan data kualitas udara sebagai dasar untuk menentukan prioritas penanganan sekaligus menyebarkan peringatan kepada publik.

Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat koordinasi bersama pemda, Kementerian Kehutanan, KLH/BPLH, BMKG, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat guna mencegah pembakaran ilegal.

Diplomasi Regional: Mendorong kerja sama melalui mekanisme ASEAN dan komunikasi intensif dengan negara tetangga, termasuk pertukaran informasi transparan.

Sektor Pariwisata Singapura dan Malaysia Ikut Meradang

Kiriman asap yang bersumber dari wilayah Sumatra bagian selatan dan Kalimantan terbawa angin dari arah tenggara menuju Singapura. Berdasarkan laporan Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA), kondisi ini membuat kualitas udara sempat berada pada level tidak sehat.

Baca Juga: Update Karhutla! 639 Hektare Lahan Masih Terbakar, Ini yang Dilakukan Presiden Prabowo

Dampaknya langsung menghantam sektor pariwisata. Aktivitas wisata luar ruangan (outdoor) dan kegiatan fisik berat menjadi yang paling terpukul, memaksa sejumlah operator tur memutar otak demi kenyamanan wisatawan.

Yeo Yen Ping, pendiri On A Roll Tour, mengungkapkan bahwa pemesanan tur luar ruangan—seperti tur jalan kaki dan tur menggunakan skuter tendang (kick scooter) berjarak 8–10 kilometer—mengalami penurunan sekitar 10 hingga 20 persen dibanding periode tahun sebelumnya. Kendati demikian, laporan Channel News Asia mencatat faktor kenaikan harga tiket pesawat dan hotel turut memengaruhi penurunan tersebut.

Sebagai langkah adaptasi, Yeo menyiasatinya dengan mengalihkan rute ke destinasi ber-AC (indoor). Rute tur kini memasukkan lokasi ikonik seperti National Gallery, Victoria Theatre and Concert Hall, berbagai museum pilihan, hingga Singapore City Gallery.

Nasib serupa dialami Wonderlust Adventures, perusahaan penyewaan kapal pesiar wisata perairan terbuka. Direktur perusahaan, Quek Wee Teck, menyebutkan bahwa bisnisnya merosot hingga 30 persen sejak September 2026. 

Penurunan ini cukup signifikan mengingat sebagian besar pelanggannya adalah wisatawan mancanegara asal China, India, Eropa, Australia, hingga Amerika Serikat yang mengandalkan keindahan panorama terbuka Singapura.

Editor : Shinta Nurma Ababil
karhutla kebakaran hutan kalimantan hutan kalimantan kebakaran kebakaran hutan