JP RADAR KEDIRI – Kekerasan tidak selalu muncul dalam bentuk tindakan fisik. Kata-kata yang menyakitkan, candaan kasar, perundungan, atau sikap merendahkan orang lain bisa menyebabkan luka. Oleh karena itu, membuat lingkungan yang tenang dan damai bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Tanpa Kekerasan Internasional atau International Day of Non-Violence. Peringatan ini ditetapkan oleh PBB pada hari ulang tahun Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang terkenal dengan prinsip berjuang tanpa menggunakan kekerasan.
Momen ini mengingatkan kita bahwa memecahkan perbedaan tidak selalu harus dilakukan melalui perdebatan atau tindakan kasar. Ada cara lain yang bisa dicoba, misalnya dengan berbicara, mendengarkan apa kata orang lain, serta menyampaikan ketidaksetujuan tetapi tetap dengan cara yang sopan dan hormat.
Nilai tersebut sebenarnya dekat dengan kehidupan masyarakat. Di sekolah, misalnya, berbeda pendapat dengan teman adalah hal yang biasa terjadi. Namun, perbedaan itu seharusnya tidak jadi alasan untuk menghina atau memisahkan seseorang dari kelompoknya.
Baca Juga: 2 Oktober Diperingati Hari Batik Nasional, Ini 5 Batik Populer di Indonesia
Hal yang sama juga berlaku di lingkungan keluarga maupun pertemanan. Terkadang, seseorang tidak tahu bahwa lelucon yang terdengar lucu bagi mereka justru bisa membuat orang lain merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, kemampuan untuk menjaga ucapan adalah salah satu cara sederhana dalam membentuk lingkungan yang lebih nyaman.
Di zaman media sosial sekarang, pesan mengenai hidup yang bebas dari kekerasan semakin penting dan sesuai dengan kondisi saat ini. Perdebatan bisa muncul dengan cepat hanya dari sebuah komentar atau postingan. Perbedaan pendapat yang mulanya hanya sederhana bisa jadi saling menyalahkan kalau tidak dihadapi dengan cara yang bijak.
Oleh karena itu, menggunakan media sosial dengan lebih bertanggung jawab juga termasuk dalam upaya membentuk lingkungan komunikasi yang sehat. Sebelum menulis komentar atau membagikan sesuatu, lebih baik seseorang memikirkan dampaknya terhadap orang lain.
Hari Tanpa Kekerasan Internasional bukan hanya sekadar hari yang diperingati setiap tahun. Lebih dari itu, momen ini bisa jadi peluang untuk kembali memperhatikan bagaimana kita memperlakukan orang lain.
Baca Juga: Cuaca Kediri Raya Relatif Kondusif Awal Oktober Peringatan Dini Hujan Lebat, Petir hingga Angin
Menciptakan kedamaian tidak selalu membutuhkan tindakan besar. Mendengarkan dengan baik ketika orang lain berbicara, meminta maaf kalau salah, mengendalikan emosi saat marah, sampai memilih kata-kata yang lebih sopan adalah langkah kecil yang bisa dilakukan siapa saja.
Dari sekolah, keluarga, teman-teman hingga media sosial, budaya yang tidak ada kekerasan bisa berkembang jika semua orang mulai terbiasa menghargai satu sama lain. Sebab, suasana damai tidak hanya muncul karena tidak ada kekerasan, tetapi juga karena orang-orang saling menghormati satu sama lain.
Penulis: Anjani Salma Kholida
Kampus: Universitas Islam Tribakti