Bisa Lihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dari Indonesia? Ini Penjelasannya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:10 WIB
Ilustrasi gerhana matahari total.
Ilustrasi gerhana matahari total.

JP Radar Kediri – Warga Indonesia tampaknya harus gigit jari jika ingin menyaksikan langsung Gerhana Matahari Total (GMT) pada 12 Agustus 2026. Pasalnya, fenomena tersebut tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia.

BMKG memastikan jalur lintasan Gerhana Matahari Total tidak melewati wilayah Nusantara. Selain itu, waktu terjadinya fenomena tersebut juga berlangsung ketika wilayah Indonesia berada pada malam hari. 

Lantas, seperti apa sebenarnya rangkaian peristiwa GMT tersebut?

Mulai 22.34 WIB

Berdasarkan informasi BMKG, rangkaian gerhana dimulai pada 22.34 WIB, Rabu (12/8). Waktu tersebut merupakan awal fase Gerhana Matahari Sebagian atau P1.

Sekitar pukul 23.57 WIB, gerhana memasuki fase total di lokasi awal. Puncak fenomena terjadi sekitar 00.45 WIB, Kamis (13/8).

Rangkaian kemudian terus berlangsung hingga akhirnya berakhir sekitar 02.57 WIB.

Artinya, meskipun waktunya sudah memasuki malam hingga dini hari di Indonesia, persoalannya bukan sekadar Matahari sudah terbenam.

Jalur bayangan gerhana juga tidak melintasi Indonesia. Karena itu, masyarakat di Indonesia tidak akan melihat Matahari tertutup Bulan secara langsung dari wilayahnya. 

Baca Juga: Cek Tanggal Gerhana Matahari Agustus 2026, Warga Kediri Tetap Bisa Pantau Lewat Cara Ini

Wilayah Mana yang Bisa Melihat?

Berbeda dengan Indonesia, sejumlah kawasan di dunia berkesempatan menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.

NASA mencatat jalur totalitas membentang dari kawasan Rusia bagian utara, Greenland, Islandia, melintasi Atlantik Utara, hingga Spanyol dan sebagian Portugal.

Wilayah di luar jalur totalitas masih dapat mengalami gerhana Matahari sebagian, tergantung lokasi pengamat. 

Bagi masyarakat Indonesia yang penasaran dengan fenomena tersebut, BMKG menyarankan untuk mengikuti tayangan melalui kanal resmi NASA.

Dengan begitu, fenomena langit tersebut tetap dapat disaksikan meskipun Indonesia tidak berada di jalur pengamatan langsung. 

Mengapa Bisa Terjadi?

Gerhana Matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi dalam posisi yang hampir segaris. Bayangan Bulan kemudian jatuh ke permukaan Bumi.

Ada dua bagian bayangan utama. Umbra merupakan bayangan inti yang lebih sempit. Wilayah yang dilewatinya dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total.

 Sementara penumbra merupakan bayangan samar yang lebih luas dan menghasilkan Gerhana Matahari Sebagian.

Baca Juga: Kapan Gerhana Matahari? Cek Tanggal Lengkapnya, Terdekat 13 Agustus 2026 di Indonesia

Karena ukuran dan posisi bayangan Bulan terbatas, tidak seluruh wilayah Bumi yang sedang mengalami siang akan otomatis bisa menyaksikan gerhana.

Jalurnya sangat spesifik dan terus bergerak mengikuti pergerakan Bulan.

Jadi, 12 Agustus 2026 memang menjadi tanggal Gerhana Matahari Total, tetapi bukan berarti seluruh dunia—termasuk Indonesia—bisa melihatnya.

Untuk warga Kediri dan daerah lain di Indonesia, pilihan paling aman untuk menikmati fenomena tersebut adalah melalui siaran resmi NASA, bukan dengan mencoba mengamati Matahari secara langsung.

Sumber: BMKG dan NASA

Editor : Mahfud
Sumber : NASA, Radar Kediri, BMKG
NASA BMKG gerhana matahari total