Viral Klaim Bumi Kehilangan Gravitasi 7 Detik pada 12 Agustus 2026, Hoaks atau Nyata? Begini Penjelasannya 

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:35 WIB
Ilustrasi tanpa grafitasi.
Ilustrasi tanpa grafitasi.

JP Radar Kediri – Jagat media sosial kembali ramai dengan kabar yang menyebut Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026.

Narasi tersebut beredar di sejumlah platform, termasuk X dan Threads, dan sempat membuat sebagian masyarakat khawatir.

Namun, benarkah pada tanggal tersebut manusia akan melayang karena gravitasi Bumi menghilang?

Jawabannya: hoaks.

Klaim hoaks ini dibenarkan oleh akun resmi Pemprov Jatim.

Klaim tetang adanya kehilangan grafitasi selama 7 detik diketahui berasal dari siniar berbahasa Inggris yang kemudian dipotong dan disebarluaskan dengan konteks yang keliru.

Unggahan terkait klaim tersebut mulai ramai beredar sejak Januari 2026.

Tanggal 12 Agustus 2026 memang memiliki fenomena astronomi penting. Pada tanggal tersebut akan terjadi Gerhana Matahari Total. Namun, fenomena tersebut sama sekali tidak membuat gravitasi Bumi menghilang.

Baca Juga: Cek Tanggal Gerhana Matahari Agustus 2026, Warga Kediri Tetap Bisa Pantau Lewat Cara Ini

Gerhana Matahari Bukan Penyebab Hilangnya Gravitasi

Secara sederhana, gravitasi merupakan gaya tarik yang dimiliki benda bermassa. Bumi memiliki massa yang sangat besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang membuat manusia, benda, atmosfer, dan lautan tetap berada di permukaan Bumi.

Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi hampir segaris, sehingga Bulan tampak menutupi Matahari dari wilayah tertentu di Bumi.

Peristiwa tersebut tidak membuat massa Bumi tiba-tiba hilang. Karena itu, tidak ada mekanisme yang menyebabkan manusia maupun benda di permukaan Bumi mendadak kehilangan berat badan atau melayang selama tujuh detik.

NASA juga telah menegaskan bahwa klaim mengenai Bumi kehilangan gravitasi tersebut tidak benar. Hilangnya gravitasi Bumi secara total bukanlah sesuatu yang dapat terjadi hanya karena adanya gerhana Matahari.

Lalu, dari Mana Angka 7 Detik Berasal?

Narasi tujuh detik tersebut diduga merupakan hasil distorsi konteks dari informasi mengenai fenomena astronomi pada 12 Agustus 2026.

Gerhana Matahari Total memang memiliki fase-fase tertentu dan durasi totalitas di lokasi yang dilintasi bayangan Bulan. Akan tetapi, durasi tersebut bukan berarti gravitasi Bumi menghilang.

Dengan kata lain, gerhana Matahari dan klaim “Bumi tanpa gravitasi selama tujuh detik” adalah dua hal yang berbeda.

Masyarakat Indonesia juga perlu mengetahui bahwa Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 tidak dapat diamati secara langsung dari wilayah Indonesia, karena jalur totalitasnya tidak melewati Indonesia dan fase utamanya berlangsung ketika wilayah Indonesia berada pada malam hari.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah mempercayai narasi sensasional yang beredar di media sosial, terutama informasi yang menyebut adanya perubahan drastis pada kondisi Bumi tanpa penjelasan ilmiah yang jelas.

Kesimpulannya, kabar Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik pada 12 Agustus 2026 adalah HOAKS. Fenomena yang benar-benar terjadi pada tanggal tersebut adalah Gerhana Matahari Total, bukan hilangnya gravitasi Bumi.

Sumber: Pemprov Jawa Timur dan informasi astronomi NASA.

Editor : Mahfud
Sumber : NASA, pemprov jatim
NASA tanpa gravitasi viral gerhana matahari total pemprov jatim