Permukaan Air Laut Terus Naik dan Makin Panas serta Asam, Meteorologi Dunia Ingatkan Ancaman bagi Wilayah Pesisir

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 06:43 WIB
Ilustrasi wilayah pesisir laut. (Ilustrasi Ai)
Ilustrasi wilayah pesisir laut. (Ilustrasi Ai)

JP Radar Kediri – Perubahan iklim tidak hanya meningkatkan suhu udara, tetapi juga mengubah kondisi lautan secara signifikan.

Berdasarkan laporan State of the Climate in the South-West Pacific 2025 yang dipublikasikan melalui laman Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), suhu laut terus meningkat, tingkat keasaman laut bertambah, dan permukaan air laut terus naik sehingga mengancam masyarakat pesisir serta negara-negara kepulauan dataran rendah.

WMO mencatat selama periode 1999 hingga 2025, permukaan laut di kawasan Pasifik Barat Daya naik rata-rata sekitar 3,7 milimeter per tahun.

Kenaikan tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni memuainya air laut akibat suhu yang semakin hangat serta mencairnya gletser dan lapisan es.

 Dampak kenaikan permukaan laut mulai dirasakan di berbagai wilayah pesisir melalui meningkatnya risiko banjir rob, abrasi, hingga terendamnya kawasan dataran rendah.

Selain kenaikan muka laut, kondisi perairan juga semakin asam akibat menyerap lebih banyak karbon dioksida dari atmosfer.

Laporan WMO menunjukkan hampir seluruh wilayah Pasifik Barat Daya mengalami nilai pH permukaan laut terendah sepanjang catatan pengamatan pada 2025.

Pengasaman laut tersebut memperburuk tekanan terhadap ekosistem yang sebelumnya telah terdampak oleh kenaikan suhu laut.

Baca Juga: Meteorologi Dunia Sebut Juni 2026 Jadi yang Terpanas di Eropa Sepanjang Sejarah, Bagaimana di Benua Lain Termasuk Indonesia?

Menurut WMO, kombinasi pemanasan laut, pengasaman laut, dan penurunan kadar oksigen mengganggu habitat serta keanekaragaman hayati di lautan.

Berbagai organisme laut, terutama yang memiliki cangkang atau kerangka berbahan kalsium karbonat seperti karang dan kerang, menjadi lebih rentan mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut juga berdampak terhadap rantai makanan laut dan sektor perikanan.

Laporan tersebut menegaskan bahwa laut memegang peran penting bagi kehidupan masyarakat di kawasan Pasifik Barat Daya.

Karena itu, perubahan kondisi laut akan berdampak langsung terhadap ekonomi, ketahanan pangan, hingga keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya kelautan.

"Pada 2025, kawasan ini mengalami pemanasan laut, kenaikan permukaan laut, gelombang panas laut, dan pengasaman laut," ujar Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo dalam laporan State of the Climate in the South-West Pacific 2025 yang dipublikasikan melalui laman resmi WMO.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : World Meteorological Organization (WMO), Radar Kediri
World Meteorological Organization (WMO) banjir rob abrasi air laut naik