Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hari Bumi 22 April: Bukan Sekadar Peringatan, Ini Sejarah dan Makna di Baliknya

Dita Citra Oktaviana • Rabu, 22 April 2026 | 08:03 WIB
Hari Bumi Sedunia
Hari Bumi Sedunia

JP Radar Kediri - Setiap tanggal 22 April, jutaan orang di seluruh penjuru dunia memperingati Hari Bumi. Ada yang menanam pohon, membersihkan pantai, mematikan lampu, atau sekadar mengunggah konten bertema lingkungan di media sosial. 

Tapi di balik semua itu, pernahkah kamu bertanya, sebetulnya dari mana Hari Bumi ini berasal, dan apa yang sebenarnya ingin dicapai?

Berawal dari Keresahan, Bukan Perayaan

Hari Bumi tidak lahir dari semangat selebrasi. Ia lahir dari kemarahan dan keprihatinan.

Semuanya bermula pada tahun 1969, ketika sebuah bencana lingkungan besar mengguncang Amerika Serikat, tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California. 

Kejadian ini memantik kemarahan publik dan menginspirasi seorang Senator Amerika bernama Gaylord Nelson untuk mengusulkan sebuah gerakan nasional yang mendorong kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan hidup.

Nelson menggandeng aktivis muda Denis Hayes untuk mengorganisir aksi tersebut, dan pada 22 April 1970, Hari Bumi pertama kali diperingati. 

Hasilnya luar biasa! sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalan, menjadikannya salah satu demonstrasi sipil terbesar dalam sejarah negeri itu.

Momentum ini tidak berhenti di sana. Hari Bumi 1970 menjadi titik awal lahirnya sejumlah kebijakan lingkungan penting di Amerika, termasuk terbentuknya Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) dan disahkannya sejumlah undang-undang perlindungan alam.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Wali Kota Vinanda dan Forkopimda Tanam Pohon di Kawasan Selomangleng Kediri

Menjadi Gerakan Global

Dua dekade setelahnya, Hari Bumi tidak lagi sekadar urusan Amerika. Pada 1990, Denis Hayes kembali mengorganisir peringatan ini dalam skala internasional, dan hasilnya mengejutkan. Lebih dari 200 juta orang dari 141 negara ikut berpartisipasi. Hari Bumi resmi menjadi gerakan global.

Sejak saat itu, setiap 22 April diperingati oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia, menjadikannya salah satu perayaan sipil terbesar di muka bumi.

Baca Juga: 25 Ucapan Hari Bumi Sedunia, Singkat dan Penuh Makna

Bukan Sekadar Simbolis

Hari Bumi bukan hanya soal menanam pohon atau membawa tas belanja sendiri, meski keduanya tentu penting. 

Tujuan yang lebih besar adalah mendorong perubahan nyata, dari kesadaran individu hingga tekanan terhadap kebijakan pemerintah dan korporasi.

Peringatan Hari Bumi memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap krisis lingkungan seperti perubahan iklim, polusi, dan kerusakan ekosistem. 

Selain itu, momentum ini juga digunakan untuk mendorong adopsi energi terbarukan serta penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. 

Hari Bumi juga menjadi sarana untuk menekan pemerintah dan industri agar lebih bertanggung jawab dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan. 

Tak kalah penting, peringatan ini mengingatkan generasi muda bahwa bumi merupakan warisan yang harus dijaga, bukan sekadar dieksploitasi.

Baca Juga: Hari Bumi: Antara Janji Pemulihan dan Kenyataan Hilangnya Ekosistem

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#hari bumi internasional #makna hari bumi #hari bumi 22 april #sejarah hari bumi #hari bumi