JP Radar Kediri - Kamis Putih bukan hanya perayaan keagamaan, tapi juga cerminan budaya. Di berbagai negara, hari ini dirayakan dengan cara yang berbeda, mulai dari ritual sakral hingga tradisi unik yang bahkan terdengar tidak biasa.
Perbedaan ini menunjukkan satu hal, yakni nilai yang sama bisa diwujudkan dalam bentuk yang sangat beragam.
Berikut beberapa tradisi Kamis Putih dari berbagai belahan dunia yang menarik untuk diketahui.
Inggris, Tradisi Maundy Money
Di Inggris, terdapat tradisi unik bernama Maundy Money, yaitu pembagian koin khusus oleh raja atau ratu kepada warga lanjut usia yang dianggap berjasa.
Jumlah koin yang diberikan biasanya disesuaikan dengan usia sang monarki dalam pence.
Baca Juga: Apa Itu Kamis Putih? Makna, Sejarah, dan Pesan Penting di Balik Perayaannya
Filipina, Visita Iglesia
Di Filipina, umat menjalankan tradisi Visita Iglesia, yaitu mengunjungi tujuh gereja secara berurutan sambil berdoa.
Tradisi ini sering dilakukan bersama keluarga, menjadikannya sebagai bentuk ibadah sekaligus kebersamaan.
Swedia, Tradisi Penyihir dan Keheningan
Di Swedia, anak-anak sering mengenakan kostum penyihir dan berkeliling ke rumah-rumah untuk meminta permen atau koin, mirip tradisi Halloween.
Namun di sisi lain, suasana ibadah tetap dijaga dalam keheningan dan refleksi.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Kamis Putih 2026 Penuh Makna dan Doa
Republik Ceko dan Slowakia, Kamis Hijau
Di kedua negara ini, Kamis Putih dikenal sebagai Kamis Hijau karena hidangan yang disajikan didominasi oleh sayuran segar berwarna hijau, yang melambangkan pembaruan dan kehidupan baru.
India (Kerala), Roti Pehasa
Di wilayah Kerala, India, masyarakat menyiapkan roti tanpa ragi yang disebut Pehasa, lalu disantap bersama santan kelapa sebagai bagian dari tradisi keluarga.
Baca Juga: Paskah 2026: Sejarah, Makna, dan Simbol Kebangkitan Yesus Kristus
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil