Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tegang! Ribuan Warga Mengungsi, Malaysia Tawarkan Diri Jadi Penengah Thailand–Kamboja!

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 27 Juli 2025 | 00:54 WIB
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, meminta pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi bila konflik antara Thailand dan Kamboja terus memburuk.
Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, meminta pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi bila konflik antara Thailand dan Kamboja terus memburuk.

JP Radar Kediri - Pemerintah Malaysia mendorong tercapainya gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja yang belakangan ini terlibat konflik bersenjata di wilayah perbatasan.

Konflik yang memanas sejak pertengahan Juli tersebut telah menimbulkan puluhan korban jiwa dan memaksa lebih dari seratus ribu warga sipil mengungsi dari daerah konflik.

Sebagai Ketua ASEAN 2025, Malaysia melalui Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengambil langkah cepat dengan menawarkan diri sebagai mediator.

Anwar telah menghubungi langsung para pemimpin Thailand dan Kamboja untuk mendorong dimulainya dialog damai dan menahan diri dari eskalasi kekerasan lebih lanjut.

Baca Juga: Kalahkan Thailand Lewat Drama Adu Penalti, Garuda Muda Bakal Hadapi Vietnam di Final Piala AFF U23

Upaya Malaysia tersebut mendapat tanggapan positif dari Kamboja, yang menyatakan kesediaan untuk membuka komunikasi damai.

Sementara itu, Thailand menyatakan sikap lebih hati-hati dan menuntut komitmen yang sungguh-sungguh dari pihak Kamboja sebelum memulai proses perdamaian yang lebih konkret.

“ASEAN tidak akan tinggal diam ketika dua anggotanya berselisih. Kami siap menjembatani dan memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga,” kata Anwar dalam pernyataan resminya.

Konflik antara Thailand dan Kamboja kali ini dipicu oleh ledakan ranjau darat yang melukai pasukan Thailand di dekat perbatasan.

Baca Juga: Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Indonesia Diminta Ambil Peran Jaga Stabilitas Kawasan

Ketegangan kemudian meluas hingga ke kawasan bersejarah di sekitar Candi Ta Muen Thom dan Preah Vihear, wilayah yang kerap menjadi titik sengketa kedua negara sejak beberapa dekade terakhir.

Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga telah menyerukan gencatan senjata dan mendorong kedua pihak menempuh jalur diplomatik.

Dewan Keamanan PBB disebut tengah membahas krisis ini dalam sesi darurat untuk mencegah konflik berkembang lebih luas.

Malaysia menegaskan bahwa kekuatan ASEAN terletak pada solidaritas dan penyelesaian konflik secara damai.

Jika proses mediasi berjalan mulus, maka ini akan menjadi contoh nyata kemampuan ASEAN menjaga stabilitas internal anggotanya tanpa intervensi eksternal.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#perang Thailand dan Kamboja #perang thailand kamboja memanas #thailand kamboja