JP Radar Kediri – Dunia kembali mengenang sosok besar yang namanya abadi dalam sejarah perjuangan hak asasi manusia. Setiap tanggal 18 Juli, Hari Nelson Mandela diperingati untuk menghormati warisan perjuangan mantan Presiden Afrika Selatan itu, sekaligus mengajak masyarakat dunia melakukan aksi nyata demi keadilan dan perdamaian.
Mandela bukan sekadar tokoh politik. Ia adalah simbol harapan bagi mereka yang tertindas, suara bagi yang dibungkam, dan teladan bagi generasi yang ingin membangun masa depan dengan semangat toleransi. Kisah hidupnya seolah menjadi cermin dari makna keberanian, kesabaran, dan pengampunan.
Baca Juga: Skill Lebih Penting dari Nilai? Ini Kata Dunia di Hari Keterampilan Pemuda Sedunia!
Dari Tahanan Politik Menjadi Ikon Global
Karena perjuangannya dalam menentang apartheid yang sarat ketidakadilan, Nelson Mandela harus menjalani 27 tahun hidupnya di balik jeruji besi. Namun, saat kebebasan itu datang, ia tak membawa dendam, melainkan membawa misi mulia: menyatukan bangsa lewat jalan damai dan rekonsiliasi.
Pada tahun 1994, Mandela dilantik sebagai presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan. Ia memimpin dengan visi persatuan nasional, bukan balas dendam. Keputusannya merangkul lawan politik dan mantan penindas menjadikan namanya dihormati lintas bangsa dan generasi.
Hari Nelson Mandela yang ditetapkan oleh PBB sejak 2009 juga dikenal dengan gerakan “67 Minutes for Mandela”, mengajak masyarakat menyumbangkan 67 menit waktunya untuk berbuat kebaikan sebagai penghormatan atas 67 tahun pengabdian Mandela bagi masyarakat.
Baca Juga: Begini Kondisi Capres Kolombia Miguel usai Tertembak saat Kampanye
Nilai-Nilai Mandela: Masih Relevan untuk Generasi Muda
Meski berasal dari benua berbeda, nilai-nilai perjuangan Mandela sangat relevan untuk anak muda di Indonesia.
Pertama, Mandela mengajarkan tentang keteguhan prinsip. Meski dibungkam dan dikurung, ia tidak menyerah pada tekanan kekuasaan.
Kedua, ia menunjukkan pentingnya pengampunan dan dialog. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, sikap saling memaafkan adalah fondasi membangun masyarakat damai.
Mandela telah membuktikan bahwa perubahan besar bisa diawali dengan langkah yang sangat sederhana. Tidak harus menjadi pemimpin untuk berbuat baik, karena setiap orang memiliki peluang untuk berkontribusi meski dalam hal kecil sekalipun.
Momentum untuk Bertindak
Peringatan Hari Nelson Mandela adalah ajakan untuk bertindak, dengan membantu sesama, menyebarkan toleransi, dan menolak ketidakadilan adalah bentuk konkret dari semangat Mandela.
Seperti ucapannya yang terkenal:
“Tidak ada yang lahir membenci orang lain karena warna kulit, latar belakang, atau agamanya. Mereka harus diajari untuk mencintai.”
Baca Juga: Ini yang Jadi Sumber Motivasi Gus Ahmad untuk Berdakwah
Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, semangat Nelson Mandela bisa menjadi kompas moral untuk masyarakat Indonesia, terutama generasi muda. Karena perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan dengan hati.
Author : Muhammad Rizky (Politeknik Negeri Malang)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira