Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keji! Seorang Anak Berusia 2 Tahun Koma usai Mendapatkan Tindak Kekerasan Seorang Pria di Bandara Moscow

Internship Radar Kediri • Jumat, 27 Juni 2025 | 00:10 WIB
Seorang pria asal Belarus dengan tega melakukan tindak kekerasan anak berusia 2 tahun. Korban dikabarkan mengalami patah tulang tengkorak dan cedera serius pada tulang belakang.
Seorang pria asal Belarus dengan tega melakukan tindak kekerasan anak berusia 2 tahun. Korban dikabarkan mengalami patah tulang tengkorak dan cedera serius pada tulang belakang.

JP Radar Kediri – Seorang anak kecil laki-laki berusia satu tahun harus terbaring koma di sebuah rumah sakit di Rusia usai menjadi korban kekerasan seorang pria di Bandara Moscow. Dalam sebuah rekaman CCTV yang beredar luas di media sosial.

Kejadian tersebut diketahui terjadi pada tanggal 24 Juni 2025 yang lalu. Pria berbadan besar itu terekam jelas mendekati salah seorang anak laki-laki yang sedang berdiri sendirian bersama dengan koper kecil di dekatnya.

Pria tersebut memperhatikan sekitarnya dan dengan tiba-tiba mengangkat anak tersebut dan menghempaskannya ke lantai bandara.

Kedua orang tua dari anak tersebut seketika saja berlari menghampiri sang anak yang sudah tergeletak tak berdaya. Sang ayah seketika menggendong anaknya dengan penuh rasa khawatir. Ia dan sang istri yang sedang hamil segera berlari untuk mencari bantuan segera.

Dikutip dari News 18, anak kecil tersebut terbang bersama dengan kedua orang tuanya dari Iran dn baru saja tiba di Bandara Moscow, Rusia. Keluarga kecil tersebut berusaha menyelamatkan diri ditengah peperangan yang terjadi antara negara mereka dengan Israel.

Pihak kepolisian telah mengamankan pelaku. Dari interogasi yang dilakukan, pria tersebut diketahui bernama Vladimir Vitkov (31), yang berasal dari Belarus, negara Eropa di bagian timur.

Vitkov diketahui terbang dari Mesir dan tiba di Bandara Moscow setelah dipecat dari pekerjaan konstruksi pembangkit listrik tenaga nuklir.

Pada saat kejadian, Vitkov diduga berada di bawah pengaruh obat terlarang. Saat ditanya oleh pihak berwajib, Vitkov tidak bisa menjelaskan mengapa ia melakukan tindakan kekerasan tersebut kepada bocah laki-laki itu.

Karena kejadian mengerikan itu, bocah laki-laki itu koma. Ia juga mengalami patah tulang pada bagian tengkorak dan cedera tulang belakang.

Ksenia Mishonova, Ombudsman Anak di Wilayah Moskow, meminta agar pelaku dihukum dengan berat karena tindakan keji yang dilakukannya terhadap anak kecil itu.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Jauhar Yohanis
#radar kediri #cedera tulang belakang #belarus #anak kecil #pria #patah tulang #koma #kekerasan fisik