Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

11 Fakta Terbaru Kerusuhan LA Makin Memanas Nyebar ke New York hingga Dua WNI Ditangkap

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 13 Juni 2025 | 01:33 WIB

California lawan balik! Trump digugat gegara kirim tentara ke Los Angeles
California lawan balik! Trump digugat gegara kirim tentara ke Los Angeles
Los Angeles, JP Radar Kediri – Suasana di Amerika Serikat (AS) memanas.

Kerusuhan berkepanjangan di Los Angeles (LA), California, setelah demonstrasi damai menolak kebijakan imigrasi berubah menjadi bentrokan brutal di jalanan.

Situasi makin memburuk, bahkan pemerintah pusat sampai mengerahkan ribuan pasukan militer aktif untuk mengendalikan kekacauan yang kian meluas.

Sementara itu, dua warga negara Indonesia (WNI) turut diamankan aparat setempat dalam operasi tersebut.

Baca Juga: Kerusuhan LA Memanas! Trump Kirim Pasukan, California Tak Terima dan Siap Gugat ke Pengadilan

Kerusuhan ini terjadi akibat protes besar-besaran terhadap badan imigrasi AS, yakni Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Aksi massa yang awalnya damai mulai tidak terkendali sejak awal pekan ini, memicu pembakaran kendaraan hingga penjarahan.

Titik panas konflik kini tak hanya berada di pusat kota LA, tapi juga merembet ke wilayah Compton dan Little Tokyo.

Berikut fakta-fakta terbaru terkait kerusuhan tersebut yang dirangkum Jawa Pos Radar Kediri dari berbagai sumber:

Baca Juga: Kerusuhan Los Angeles Tiga Hari Berturut-turut, Trump Kerahkan Ribuan Tentara! Warga: Kami Bukan Penjahat!

1. Kerusuhan Masuk Hari Keempat

Aksi yang mulanya hanya berupa unjuk rasa damai berubah menjadi kerusuhan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut.

Demonstran tak segan melempar petasan dan kembang api ke arah polisi, sementara aparat membalas dengan gas air mata dan granat kejut.

2. Presiden Trump Turunkan 4.000 Pasukan

Menanggapi situasi yang tak terkendali, Presiden AS Donald Trump langsung memerintahkan pengerahan 4.000 pasukan gabungan, termasuk dari Garda Nasional dan marinir aktif.

Langkah ini menuai kecaman dari Gubernur California Gavin Newsom yang menilai pengiriman pasukan federal hanya akan memperburuk suasana.

Baca Juga: Tarif Trump Terancam Batal, Dunia Menilai Kebijakan Tak Masuk Akal

3. Dua WNI Ditangkap di Tengah Kerusuhan

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) mengonfirmasi bahwa dua WNI turut ditahan oleh otoritas AS.

Keduanya adalah ESS, perempuan 53 tahun tanpa dokumen imigrasi sah, dan CT, pria 48 tahun dengan catatan pelanggaran hukum serta masuk secara ilegal. KJRI Los Angeles sedang memberikan pendampingan hukum.

4. Titik Panas di Little Tokyo

Kerusuhan parah terjadi di kawasan Little Tokyo, dekat pusat perbelanjaan Weller Court.

Di sinilah ledakan tabung gas dan lemparan kembang api ke arah aparat menjadi pemicu kekacauan besar.

Pihak kepolisian memperingatkan akan menggunakan "kekuatan proporsional" terhadap segala bentuk kekerasan terhadap aparat.

Baca Juga: Puncak Perseteruan, Trump Akhirnya Larang Harvard Terima Mahasiswa Internasional

5. Robotaksi Dibakar Massa

Kendaraan robotaksi Waymo menjadi korban amuk massa.

Aksi pembakaran ini menjadi simbol protes terhadap kemajuan teknologi yang dianggap tak bersahabat terhadap pekerja imigran dan masyarakat kelas bawah.

6. 700 Marinir Aktif Diturunkan

Tak hanya Garda Nasional, sekitar 700 marinir dari Camp Pendleton juga diterjunkan ke Los Angeles.

Tugas mereka adalah mengamankan gedung-gedung federal, namun kehadiran mereka di jalanan membuat ketegangan meningkat.

7. China Keluarkan Travel Warning

Pemerintah China melalui konsulatnya di LA merilis peringatan bagi warganya agar tidak keluar malam dan menjauhi area rawan kerusuhan.

Hal ini menyusul kekacauan yang terjadi di sejumlah titik di kota tersebut.

Baca Juga: Trump Mundur dari Mediasi Rusia-Ukraina, Pilih Fokus ke Bisnis dan Serahkan Damai ke Vatikan

8. Iran Sindir AS Lewat Media Resmi

Ketegangan ini menjadi bahan sindiran negara-negara pesaing AS. Iran misalnya, memuat headline bernada sarkastik di media resminya dengan judul “Make America Quashed Again”, mengejek slogan Trump “Make America Great Again”.

9. Selebritas Bersuara Lantang

Sejumlah artis ternama menyuarakan kemarahan mereka.

Rapper Doechii dan aktor Marvel, Mark Ruffalo, mengkritik keras tindakan aparat dan penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil yang melakukan protes damai.

10. Reporter Australia Tertembak

Lauren Tomasi, jurnalis Nine News asal Australia, menjadi korban kekerasan saat meliput aksi secara langsung.

Ia tertembak peluru karet oleh polisi saat melaporkan dari garis depan demonstrasi. Meski tak luka parah, insiden ini mengundang perhatian internasional.

11. Protes Menyebar ke Kota Lain

Kerusuhan di Los Angeles menjadi inspirasi aksi serupa di kota lain.

Demonstrasi besar terjadi di San Francisco, Dallas, New York, bahkan hingga ke Boston dan Seattle. Di banyak tempat, aksi protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi.

Peringatan untuk WNI
Kementerian Luar Negeri RI terus mengingatkan seluruh WNI di AS untuk menjaga diri, mengikuti informasi resmi, dan tidak terlibat dalam aksi apa pun yang berpotensi melanggar hukum.

Visa sah dan dokumen lengkap menjadi syarat mutlak untuk menghindari masalah hukum selama masa krisis ini.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#kerusuhan amerika serikat #trump #kerusuhan los angeles