Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kabar Baik dari Seoul: Angka Kelahiran dan Pernikahan Meroket Berkat Program Pro-Keluarga

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 9 Juni 2025 | 22:37 WIB
Angka kelahiran dan pernikahandi seoul meroket berkat program Pro-Keluarga, kabar baik yang sejak lama ditunggu-tunggu.
Angka kelahiran dan pernikahandi seoul meroket berkat program Pro-Keluarga, kabar baik yang sejak lama ditunggu-tunggu.

JP Radar Kediri – Lonjakan signifikan dalam jumlah angka kelahiran bayi dan pernikahan sepanjang Maret 2025 di Korea Selatan menjadi kabar baik yang sangat dinantikan oleh Pemerintah.

Dalam data terbaru yang tercatat dalam statistik Korea, total bayi yang dilahirkan di Seoul pada bulan Maret lalu mencapai 3.786 jiwa. Angka tersebut naik sebesar 8,7 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Tak hanya itu, jumlah pasangan yang melangsungkan pernikahan juga mengalami lonjakan tajam, yakni mencapai 3.814 pasangan atau naik hingga 20 persen dibandingkan bulan Maret tahun kemarin.

Pemerintah Kota Seoul menyebut, peningkatan ini tak lepas dari serangkaian kebijakan yang telah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2023 hingga kini demi meningkatkan angka pernikahan khususnya jumlah kelahiran bayi.

Untuk pasangan yang sudah menikah, Pemerintah memberikan bantuan biaya untuk perawatan kesuburan yang bisa digunakan oleh semua pasangan, tanpa melihat besar kecilnya penghasilan mereka.

Bantuan ini berkisar antara 300 ribu sampai 1,1 juta won untuk setiap kali tindakan medis dilakukan atau setara dengan Rp 3,6 juta – Rp 12 juta.

Sementara itu, Pemerintah memberikan subsidi transportasi khusus untuk para ibu hamil yang besarannya mencapai 500 ribu won atau setara dengan Rp 6 juta.

Pemerintah juga memberikan diskon besar-besaran untuk sejumlah perlengkapan bayi, dengan potongan harga hingga 50 persen bagi warga yang terdaftar.

Tak ketinggalan, ada bantuan biaya sewa rumah bagi pasangan baru yang belum memiliki tempat tinggal tetap, dengan total dukungan mencapai 6 juta won atau setara dengan Rp 72 juta untuk dua tahun, serta tambahan bantuan 250 ribu won atau sama dengan Rp 3 juta per bulan.

Lonjakan ini juga didorong oleh membaiknya situasi sosial pasca-pandemi COVID-19. Pejabat Pemkot Seoul menyatakan bahwa kembalinya ke kehidupan normal turut mendorong pasangan yang sebelumnya menunda pernikahan untuk akhirnya menikah.

Hal tersebut kemudian turut  mempengaruhi pada kenaikan angka kelahiran dalam beberapa bulan terakhir. Mereka menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kebijakan dukungan keluarga, terutama dalam aspek pernikahan, kelahiran, dan pengasuhan anak.

Penulis: Nabila Syifa'ul Fuada Lii Dzikrilla

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #angka kelahiran #naik #Korea Selatan #melonjak #seoul #pernikanan