JP Radar Kediri – Israel bertekad melakukan segala cara yang diperlukan untuk menahan dan memblokir kapal bantuan yang membawa Greta Thunberg dan sejumlah aktivis lainnya.
Kapal yang ditumpangi Greta dan rekan rekannya, kapal Madleen, dilaporkan semakin mendekati wilayah perairan Gaza dan akan segera sampai di wilayah Gaza.
Namun pada Minggu (8/6), Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memerintahkan militer Israel untuk menghentikan kapal tersebut agar tidak mendekati Gaza.
“Saya telah menginstruksikan IDF (Pasukan Pertahanan Israel) untuk segera bertindak agar armada tidak mencapai pantai Gaza, dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk itu,” kata Katz dalam sebuah pernyataan.
Ia mengatakan pada Greta dan teman temannya untuk menghentikan aksinya sebelum Israel mengambil langkah yang lebih serius untuk menghentikan mereka.
“Kepada Greta dan teman-temannya yang menggemakan propaganda Hamas, saya katakan dengan jelas: Sebaiknya Anda kembali, karena Anda tidak akan mencapai Gaza,” ujar Katz.
“Israel akan bertindak melawan setiap upaya untuk mematahkan blokade atau membantu organisasi teroris melalui laut, udara, dan darat,” lanjutnya.
Meskipun mendapat kecaman keras dari Israel, Greta dan teman temannya tetap bertekad untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza dan menyerukan perdamaian atas mereka.
“Karena saat kita berhenti berusaha adalah saat kita kehilangan rasa kemanusiaan kita”, seru Greta yang dengan tegas telah menolak tuduhan antisemitisme Israel sebelumnya.
Pasukan Israel melakukan aksi intimidasi dengan mengirim empat kapal dan sejulah pesawat nirawak untuk menahan dan memblokir kapal Madleen agar tidak mendekat ke wilayah perairan Gaza.
Freedom Flotilla Coalition (FFC), kelompok aktivis yang mengoperasikan kapal tersebut, mengunggah sebuah memo suara dari Thiago Avila, salah satu aktivis di atas kapal, di Telegram, dan melaporkan kondisi kapal yang tengah dikepung oleh pasukan Israel.
“Kami dikelilingi oleh banyak lampu sekaligus, mereka mengitari kapal kami tetapi pada akhirnya mereka tetap berjalan sendiri.”
Pada Senin (9/6) dini hari, alarm peringatan sempat berbunyi di kapal Madleen. Greta dan rekan rekannya pun segera mempersiapkan diri dengan menggunakan pelampung untuk menghadapi segala kemungkinan yang ada.
Di atas kapal bersama Greta terdapat 10 aktivis lain dari Jerman, Prancis, Brasil, Turki, Swedia, Spanyol, dan Belanda. Mereka termasuk Rima Hassan, seorang anggota parlemen Eropa keturunan Palestina asal Prancis yang dilarang memasuki Israel.
Selain itu aktor ‘Game of Thrones’, Liam Chunningham turut berpartisipasi dalam menylurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza bersama Greta dan aktivis lainnya.
Kapal Madleen meninggalkan pelabuhan Catania di Sisilia, Italia selatan, pada 1 Juni 2025 lalu, dan berlayar menuju Gaza.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira