JP Radar Kediri - Lee Jae-myung resmi dilantik sebagai Presiden Korea Selatan pada Rabu (4/6) setelah memenangkan pemilu dengan 49,42% suara pada Selasa (3/6), mengalahkan kandidat konservatif Kim Moon-soo.
Kemenangannya menandai perubahan besar dalam politik Korea Selatan setelah masa pemerintahan yang penuh gejolak di bawah Presiden sebelumnya, Yoon Suk Yeol, yang sempat mencoba memberlakukan darurat militer pada Desember 2024.
Dalam pidato pelantikannya di Majelis Nasional, Lee berjanji untuk memulihkan demokrasi yang sempat terguncang akibat upaya darurat militer yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya. Ia menyatakan bahwa pemerintahannya akan berfokus pada rekonsiliasi nasional, menghapus kebijakan yang membatasi kebebasan sipil, serta memastikan bahwa tidak ada lagi ancaman terhadap sistem demokrasi Korea Selatan.
Lee juga menekankan pentingnya persatuan rakyat, dengan mengatakan bahwa ia akan menjadi presiden untuk semua, tanpa memandang afiliasi politik. Ia berjanji untuk menggantikan konflik dan kebencian dengan solidaritas dan kerja sama, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.
Selain fokus pada demokrasi, Lee juga menghadapi tantangan besar dalam memulihkan ekonomi Korea Selatan yang terdampak oleh proteksionisme global dan ketidakstabilan politik. Ia berjanji untuk menerapkan kebijakan pro-pasar, termasuk deregulasi industri guna mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis. Pasar saham Korea Selatan merespons positif pelantikannya, dengan indeks KOSPI naik lebih dari 2%, mencerminkan harapan terhadap reformasi ekonomi yang dijanjikan.
Dalam bidang diplomasi, Lee berencana untuk memulihkan hubungan dengan Korea Utara melalui dialog dan pendekatan damai, sembari tetap mempertahankan aliansi keamanan yang kuat dengan Amerika Serikat. Ia juga berjanji untuk menyeimbangkan hubungan dengan China dan Jepang, serta menghindari ketegangan yang tidak perlu dalam konflik regional seperti Selat Taiwan.
Meskipun memiliki mandat kuat dari rakyat, Lee menghadapi tantangan besar dalam menegosiasikan tarif perdagangan dengan Amerika Serikat, yang telah berdampak pada industri utama Korea Selatan seperti otomotif dan baja. Selain itu, ia harus menangani ketidakpuasan publik terhadap kebijakan ekonomi sebelumnya, termasuk meningkatnya biaya hidup dan kesulitan yang dihadapi oleh usaha kecil.
Lee juga berjanji untuk meningkatkan anggaran kesejahteraan, termasuk subsidi untuk anak muda, lansia, dan usaha lokal, guna mengatasi ketidakpuasan ekonomi yang meluas. Namun, masih belum jelas bagaimana kebijakan ini akan diterapkan secara efektif di tengah tantangan fiskal yang dihadapi negara.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira