JP Radar Kediri - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin, setelah serangan udara besar-besaran yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina. Serangan yang terjadi beberapa hari lalu ini menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk anak-anak, dan memicu kecaman internasional.
Trump, yang selama ini dikenal memiliki hubungan baik dengan Putin, secara terang-terangan menyebut pemimpin Rusia itu sebagai "benar-benar gila" dalam pernyataan yang ia unggah di media sosial Truth Social. Ia mengungkapkan bahwa dirinya selalu memahami ambisi Putin terhadap Ukraina, tetapi tindakan agresif yang dilakukan Rusia saat ini dianggapnya sebagai langkah yang dapat membawa kehancuran bagi negara tersebut.
Serangan terbaru Rusia terhadap Ukraina melibatkan ratusan drone dan rudal yang menghantam berbagai kota, termasuk ibu kota Kyiv. Pemerintah Ukraina menyebut serangan ini sebagai salah satu yang paling brutal sejak invasi Rusia dimulai. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mendesak Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap Rusia, termasuk menjatuhkan sanksi baru.
Trump, dalam pernyataannya kepada wartawan, mengaku "tidak senang" dengan serangan Rusia dan sedang mempertimbangkan penerapan sanksi tambahan terhadap Moskow. Ia menegaskan bahwa dirinya telah lama mengenal Putin dan selalu memiliki hubungan baik dengannya, tetapi tindakan Rusia yang menargetkan warga sipil membuatnya kecewa.
Selain mengkritik Putin, Trump juga memberikan komentar terhadap Zelensky. Ia menuduh Presiden Ukraina tidak membantu negaranya dengan pernyataan-pernyataan yang dianggapnya provokatif. Trump menyebut bahwa Zelensky sebaiknya lebih berhati-hati dalam berbicara agar tidak semakin memperkeruh situasi.
Serangan Rusia ini terjadi di tengah upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata antara kedua negara. Ukraina dan sekutunya di Eropa telah berusaha mendorong Moskow untuk menyepakati gencatan senjata selama 30 hari sebagai langkah awal menuju perdamaian. Namun, dengan meningkatnya intensitas serangan, harapan untuk mencapai kesepakatan damai semakin sulit terwujud.
Tekanan internasional terhadap Rusia semakin meningkat setelah serangan ini. Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, mengecam tindakan Rusia dan menyerukan sanksi lebih keras terhadap Moskow. Diplomat utama Uni Eropa, Kaja Kallas, juga menegaskan bahwa dunia harus memberikan tekanan maksimal kepada Rusia untuk menghentikan perang ini.
Dengan pernyataan keras yang dilontarkan Trump terhadap Putin, dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia semakin tegang. Meskipun Trump sebelumnya dikenal sebagai pemimpin yang enggan mengkritik Putin secara terbuka, serangan brutal terhadap Ukraina tampaknya telah mengubah sikapnya. Dunia kini menunggu langkah konkret dari Amerika Serikat dan sekutunya dalam menanggapi agresi Rusia yang terus berlanjut.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira