JP Radar Kediri - Setelah putuskan untuk menghentikan dana riset dari pemerintah untuk Harvard University, Trump membuat gebrakan baru yang cukup mengejutkan.
Pemerintahan Trump nampak sangat ingin untuk menghentikan perekrutan mahasiswa internasional dari Harvard. Namun yang menjadi kebingungan adalah, mengapa pemerintahan bisa mengintervensi universitas swasta untuk merekrut mahasiswa luar?
Amerika Serikat memang dikenal dalam pemerintahan adidayanya, baik didalam negeri maupun di luar negeri. Untuk kampus ada DHS atau Department of Homeland Security yang mempunyai sistem luas untuk manajemen dan mengawasi pendaftaran dari ratusan ribu mahasiswa internasional kapanpun itu.
Sebenarnya, sebuah lembaga pendidikan membutuhkan sertifikasi dari pemerintah untuk mengakses data pendaftaran dari Student and Exchange Visitor Information System atau dikenal juga dengan Sevis.
Pihak keamanan pemerintahan AS telah mengkonfirmasi bahwa akses Harvard terhadap Sevis sudah dicabut. Anehnya, mahasiswa internasional tetap bisa mempertahankan visanya. Namun, visa pelajar tersebut sudah tidak bisa dimasukkan ke seluruh database penting sehingga mahasiswa internasional Harvard terancam akan diusir dari Amerika Serikat.
Harvard menggunakan database Sevis untuk memasukkan data tiap mahasiswa internasional dan mengkonfirmasi bahwasanya mereka adalah pelajar full-time di bawah naungan Harvard.
Dengan demikian, ketentuan visa dari para pelajar internasional Harvard dapat disetujui karena telah terdaftar pula di Sevis.
Namun, karena kondisi kritis dan ketegangan antara Trump dengan pimpinan Harvard terkait tuduhan gerakan internal kampus yang berkaitan dengan anti semitik, rasisme, dan kontra pemerintah telah membuat posisi mahasiswa internasional Harvard dipertanyakan.
Izin sertifikasi penggunaan Sevis bagi Harard juga sudah dicabut, hingga banyak orang mempertanyakan akan seperti apa kondisi mahasiswa harvard dan visa pelajar mereka yang tidak lagi valid.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira