JP Radar Kediri - Dalam setiap kunjungan kenegaraan maupun kegiatan keagamaan lintas negara, Paus Fransiskus tidak hanya dikenal melalui pesan-pesan spiritualnya, tetapi juga lewat gaya hidupnya yang mencerminkan nilai kesederhanaan.
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian publik adalah pilihan kendaraan yang digunakan oleh pemimpin umat Katolik tersebut.
Berbeda dengan pemimpin dunia lainnya yang kerap menggunakan kendaraan super mewah dan lapis baja, Paus Fransiskus justru kerap memilih mobil-mobil sederhana dan merakyat.
Salah satu contoh yang paling membanggakan bagi masyarakat Indonesia adalah saat ia melakukan kunjungan apostolik ke Tanah Air pada September 2024 lalu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Jokowi Wakili Indonesia di Pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan
Dalam kesempatan itu, beliau menggunakan kendaraan taktis buatan dalam negeri, yaitu Maung MV3 produksi PT Pindad yang telah dimodifikasi khusus menjadi Popemobile.
Mobil ini dilengkapi dengan berbagai fitur tambahan, seperti kursi khusus di bagian belakang, pelindung cuaca, serta tangga lipat untuk memudahkan naik-turun Paus saat menyapa umat.
Pilihan ini bukan semata soal teknis atau kenyamanan, tetapi lebih jauh lagi mencerminkan pesan kuat tentang dukungan terhadap produk dalam negeri dan keberpihakan kepada nilai-nilai kesederhanaan.
Tak hanya di Indonesia, di berbagai negara lain pun Paus Fransiskus menunjukkan konsistensinya dalam memilih kendaraan yang tidak mencolok.
Misalnya di Korea Selatan, beliau pernah menggunakan Kia Soul, sebuah mobil mungil yang jauh dari kesan mewah, namun sarat simbol. Begitu juga di Filipina, di mana ia menggunakan Isuzu D-Max yang dirakit dan dimodifikasi secara lokal.
Bahkan saat berkunjung ke Amerika Serikat, negara dengan citra modern dan penuh simbol kemewahan, Paus Fransiskus tetap setia pada prinsipnya dengan menggunakan Fiat 500L, mobil kompak asal Italia yang dinilai mencerminkan prinsip kerendahan hati.
Pilihan-pilihan kendaraan tersebut bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan sarana komunikasi moral yang kuat.
Melalui mobil yang dipilihnya, Paus Fransiskus menyampaikan pesan bahwa pemimpin sejati tidak diukur dari apa yang ditunggangi, melainkan dari kedekatan dan kepeduliannya terhadap umat.
Dengan keputusan-keputusan sederhana namun penuh makna tersebut, tak heran jika Paus Fransiskus terus dikenang sebagai pemimpin spiritual yang tak hanya berkhotbah lewat kata, tetapi juga lewat tindakan nyata, bahkan dalam hal sekecil pilihan kendaraan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira