JP Radar Kediri - Pemimpin umat Katolik sekaligus kepala negara Vatikan, Paus Fransiskus, meninggal dunia di Vatikan, Roma, pada Senin (21/4) di usia yang ke-88 tahun.
Sebelumnya, Paus sempat dirawat di rumah sakit sejak Februari lalu lantaran menderita penyakit bronkitis kronis.
Namun, kondisinya dinilai membaik dan keluar dari rumah sakit pada 23 Maret lalu.
Bahkan pada Minggu (20/4), Paus Fransiskus terpantau menyerukan kembali gencatan senjata segera di Gaza.
Baca Juga: Breaking News! Pemimpin Katolik Paus Fransiskus Meninggal Dunia
Hal itu ia sampaikan di hadapan publik pada perayaan Paskah di balkon utama Basilika Santo Petrus.
Pesan Paus Fransiskus itu dibacakan oleh seorang ajudan. Paus yang masih dalam pemulihan dari pneumonia, menyaksikan di balkon utama Basilika Santo Petrus.
Dalam pesan Paskah, Paus Fransiskus mengatakan bahwa situasi di Gaza dramatis dan menyedihkan.
Tak hanya itu, Paus juga meminta kelompok militan Palestina Hamas agar membebaskan sandera yang tersisa dan mengutuk apa yang disebutnya sebagai tren antisemitisme yang mengkhawatirkan di dunia.
Kepergiannya tentu menjadi pukulan berat bagi umat Katolik di seluruh dunia.
Baca Juga: Pesan Paskah Terakhir Paus Fransiskus Sebelum Meninggal Dunia, Serukan Gencatan Senjata di Gaza
Profil Paus Fransiskus
Paus Fransiskus merupakan pemimpin tertinggi Gereja Katolik di dunia. Dia menjadi Paus Gereja Katolik ke-266 setelah terpilih pada 13 Maret 2013.
Saat ini Paus Fransiskus menjadi kepala negara dari negara Vatikan. Meski menjadi negara terkecil di dunia, negara ini menjadi kediaman kepemimpinan Gereja Katolik tertinggi di dunia.
Memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, nama Fransiskus digunakan untuk menghormati Santo Fransiskus dari Asisi.
Lahir pada 17 Desember 1936, di Buenos Aires, Argentina, Paus merupakan anak pertama dari keluarga imigran dari keluarga Italia.
Dalam hal pendidikan, Paus pernah menyandang gelar master di bidang kimia dari Universitas Buenos Aires.
Baca Juga: Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Umat Katolik Seluruh Dunia Berduka
Selain itu, dia juga pernah menjadi Rektor Colegio de San Jose dan sebagai pastor paroki di San Miguel.
Pada 3 Juni 1997, Pastor Jorge Bergoglio diangkat menjadi Uskup Agung Coadjutor Buenos Aires.
Kemudian pada 21 Februari 2001, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi Kardinal dengan gelar San Roberto Bellarmino.
Selanjutnya, pada 13 Maret 2013, Kardinal Jorge Mario Bergoglio terpilih menjadi pemimpin baru Gereja Katolik sedunia menggantikan Paus Benediktus XVI .
Seperti Santo Fransiskus dari Asisi yang menjadi nama pilihannya, Paus Fransiskus pun dikenal mengasihi orang-orang miskin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah