Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Umat Katolik Seluruh Dunia Berduka

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 21 April 2025 | 22:48 WIB
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, dikabarkan telah tutup usia.
Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, dikabarkan telah tutup usia.

JP Radar Kediri - Duka mendalam menyelimuti umat Katolik sedunia. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, dikabarkan telah tutup usia pada Selasa (18/2) pagi waktu setempat, dalam usia 88 tahun.

Beliau menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit pneumonia ganda yang dideritanya dalam beberapa waktu terakhir.

Kabar wafatnya Paus Fransiskus langsung menggema di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Ucapan belasungkawa dan doa terus mengalir dari para tokoh agama, pemimpin negara, dan masyarakat luas yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok religius yang penuh welas asih dan peduli terhadap kaum kecil.

Paus Fransiskus, yang memiliki nama asli Jorge Mario Bergoglio, lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Desember 1936.

Ia mencatat sejarah baru ketika terpilih sebagai Paus ke-266 pada 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang sebelumnya mengundurkan diri.

Tidak hanya itu, Fransiskus juga merupakan Paus pertama yang berasal dari benua Amerika Selatan sekaligus dari Ordo Serikat Yesus (Yesuit), sebuah kongregasi religius Katolik yang dikenal dengan misi pendidikan dan pengabdian sosialnya.

Selama lebih dari satu dekade kepemimpinannya di Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus dikenal sebagai figur pemimpin agama yang sangat humanis.

Ia senantiasa menyerukan pesan-pesan kedamaian, pengampunan, serta pentingnya solidaritas terhadap kelompok marginal seperti kaum miskin, pengungsi, dan korban konflik.

Gaya hidupnya yang sederhana dan rendah hati membuatnya dicintai tidak hanya oleh umat Katolik, tetapi juga dihormati oleh pemeluk agama lain.

Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Paus Fransiskus diketahui menurun akibat infeksi saluran pernapasan yang kemudian berkembang menjadi pneumonia ganda.

Meski sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan dan bahkan muncul di hadapan publik di Lapangan Santo Petrus usai menjalani perawatan medis intensif, namun kesehatannya kembali memburuk hingga akhirnya beliau mengembuskan napas terakhir di kediamannya di dalam kompleks Vatikan.

Pihak Vatikan telah merilis pernyataan resmi terkait wafatnya Paus Fransiskus, dan menyebutkan bahwa prosesi penghormatan serta pemakaman akan digelar dalam waktu dekat di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

Prosesi ini diperkirakan akan dihadiri ribuan umat, pemimpin gereja, serta delegasi dari berbagai negara di dunia.

Di berbagai belahan dunia, gereja-gereja Katolik menggelar misa khusus untuk mengenang jasa-jasa Paus Fransiskus yang selama masa pengabdiannya telah membawa wajah Gereja Katolik menjadi lebih terbuka, inklusif, dan berpihak pada kemanusiaan.

Wafatnya Paus Fransiskus bukan hanya kehilangan besar bagi Gereja Katolik, tetapi juga meninggalkan duka bagi umat dunia yang mengagumi ketegasan dan ketulusan perjuangannya dalam menyuarakan keadilan sosial dan perdamaian global.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #paus fransiscus sakit #paus fransiskus #penyakit paus fransiskus #vatikan