JP Radar Kediri - Dalam dunia bisnis Jepang, ada satu istilah yang sudah lama menjadi pondasi kekuatan industri mereka: keiretsu. Ini bukan sekadar aliansi bisnis biasa, melainkan jaringan perusahaan yang saling terkait melalui saham, kerja sama operasional, dan hubungan keuangan jangka panjang.
Berbeda dari sistem perusahaan independen di negara lain, keiretsu memungkinkan perusahaan-perusahaan di Jepang untuk membangun kepercayaan, berbagi risiko, dan menjaga stabilitas jangka panjang. Sebagai contoh, perusahaan seperti Toyota memiliki jaringan keiretsu yang luas dengan para pemasok, bank, dan bahkan distributor, yang semua bergerak dalam sinkronisasi.
Sistem ini dinilai efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi Jepang, terutama selama masa krisis, karena perusahaan-perusahaan dalam keiretsu cenderung saling membantu daripada bersaing secara langsung. Namun, tantangan globalisasi dan tekanan kompetisi modern mulai menguji fleksibilitas sistem ini.
Baca Juga: China Integrasikan AI dalam Sistem Pendidikan Nasional, Begini Penjelasannya
Apakah keiretsu masih relevan di era digital dan persaingan global? Jawabannya mungkin bervariasi, tapi satu hal yang pasti: keiretsu telah menjadi cerminan kuatnya filosofi kerja sama dan kepercayaan dalam budaya bisnis Jepang.
Penulis: Kemal Fahreza Jibran
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira