Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Fakta-Fakta Tragis di Balik Festival Songkran 2025: 200 Nyawa Melayang

Ilmidza Amalia Nadzira • Minggu, 20 April 2025 | 22:33 WIB
Festival Songkran, yang merupakan perayaan Tahun Baru tradisional Thailand, dikenal sebagai salah satu periode paling rawan kecelakaan di negara tersebut.
Festival Songkran, yang merupakan perayaan Tahun Baru tradisional Thailand, dikenal sebagai salah satu periode paling rawan kecelakaan di negara tersebut.

JP Radar Kediri - Festival Songkran 2025 yang seharusnya menjadi momen penuh suka cita di Thailand, justru kembali menyisakan duka mendalam.

Perayaan tahun baru tradisional yang identik dengan siram air dan silaturahmi keluarga ini, dirusak oleh maraknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama libur panjang berlangsung.

Berdasarkan data resmi dari Kementerian Dalam Negeri Thailand, selama periode 11 hingga 16 April 2025 atau yang dikenal sebagai “Tujuh Hari Berbahaya”, tercatat sebanyak 1.377 kecelakaan terjadi di berbagai daerah di Thailand. Akibat insiden itu, 200 orang meninggal dunia, sementara 1.362 orang lainnya mengalami luka-luka.

Baca Juga: Festival Songkran 2025 di Thailand Berujung Duka, 200 Orang Meninggal karena Kecelakaan

Berikut sejumlah fakta penting yang terangkum dari insiden selama Festival Songkran tahun ini:

1. Didominasi Sepeda Motor
Sebagian besar kecelakaan melibatkan kendaraan roda dua. Data mencatat, sekitar 83,32 persen kecelakaan terjadi pada pengendara sepeda motor. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran keselamatan bagi para pengguna kendaraan roda dua di jalan raya.

2. Penyebab Utama: Mabuk dan Ngebut
Faktor penyebab kecelakaan paling dominan adalah mengemudi dalam kondisi mabuk, disusul oleh kebiasaan melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Kombinasi dua faktor ini menjadi pemicu utama tingginya angka kecelakaan selama libur Songkran.

Baca Juga: Seorang Pemuda Kediri Meninggal Tertabrak Kereta Api, Sengaja karena Terbelit Utang?

3. Penurunan Dibanding Tahun Lalu
Meskipun masih tinggi, angka kecelakaan tahun ini justru menurun dibanding tahun 2024. Tahun lalu, selama periode yang sama, tercatat 1.811 kasus kecelakaan, dengan 243 korban jiwa dan 1.837 korban luka. Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari peningkatan patroli dan kampanye keselamatan oleh pemerintah.

4. Provinsi dengan Korban Tewas Terbanyak
Provinsi dengan jumlah korban jiwa terbanyak adalah Chiang Rai, sementara Bangkok menjadi wilayah dengan jumlah kecelakaan terendah. Wilayah dengan korban luka terbanyak tercatat di Khon Kaen.

5. Pemerintah Tetap Siaga
Pemerintah Thailand, melalui petugas kepolisian dan dinas terkait, tetap bersiaga selama masa libur panjang.

Baca Juga: Festival Songkran 2025 di Thailand Berujung Duka, 200 Orang Meninggal karena Kecelakaan

Pos pengamanan dan pos pemeriksaan didirikan di berbagai titik strategis, khususnya di jalur mudik dan area wisata populer. Namun, efektivitas upaya ini masih terus jadi bahan evaluasi.

Festival Songkran yang sejatinya dimaknai sebagai momen pembersihan diri, refleksi, dan penghormatan kepada orang tua, sayangnya kerap berubah jadi masa-masa kelam karena angka kecelakaan yang tinggi.

Pemerintah Thailand pun kembali dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di jalan raya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Festival Songkran #festival songkran di thailand #perayaan songkran