JP Radar Kediri - Donald Trump, selama masa kepresidenannya, dikenal dengan pendekatan diplomatik yang kontroversial, termasuk keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan beberapa negara.
Salah satu langkah yang paling mencolok adalah kebijakan efisiensi anggaran yang mengancam penutupan sejumlah misi diplomatik Amerika Serikat di berbagai negara.
Langkah ini mencerminkan pendekatan Trump yang lebih pragmatis dan berorientasi pada pengurangan biaya, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap hubungan internasional.
Dalam dokumen Kantor Manajemen dan Anggaran White House, pemerintah Amerika Serikat mempertimbangkan penutupan setidaknya 27 misi diplomatik, termasuk konsulat di Medan, Indonesia.
Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di wilayah Sumatera, termasuk Batam, yang selama ini berada di bawah naungan pelayanan konsulat tersebut.
Penutupan misi diplomatik ini dianggap sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran, tetapi juga menunjukkan perubahan signifikan dalam representasi diplomatik AS di Indonesia.
Selain itu, Trump juga dikenal dengan kebijakan tarif yang agresif terhadap China, yang menyebabkan perang dagang antara kedua negara. Tarif impor yang dikenakan oleh AS terhadap barang-barang asal Cina mencapai 145%, sementara Cina membalas dengan tarif sebesar 125%.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira