JP Radar Kediri - Pangeran Harry diam-diam terbang mengunjungi Ukraina. Tanpa pemberitahuan resmi, Pangeran Harry yang merupakan salah satu keturunan Kerajaan Inggris pergi ke Ukraina. Bahkan, pihak Istana Buckingham mengaku tidak mengetahui terkait rencana Harry ke Ukraina.
Pengadilan tinggi Inggris (7/4) telah memutuskan untuk memperkuat keputusan terkait menolak penyetaraan level Harry untuk mendapatkan perlindungan yang sama dengan para pekerja di Inggris.
Selepas mengikuti jadwal pengadilan, Harry pergi ke Ukraina pada hari Kamis (10/4) secara diam-diam. Hal ini menghebohkan masyarakat Inggris atas spontanitas yang dilakukan Harry. Ia mengunjungi korban perang dan anggota militer yang terluka.
Juru bicara memberitahukan pada media bahwasanya Harry berkunjung ke Superhumans Centre yang terletak di barat Kota Lviv. Disana Harry berbincang dengan para pasien dan staf yang berjaga.
Terdapat perbedaan pendapat pada warganet setelah melihat aksi Harry mengunjungi Ukraina. Menurut sebagian orang, Istana Buckingham tidak perlu mengetahui kemana saja Harry pergi. Terlebih, perlindungan yang sebelumnya diberikan kepada Harry telah dicabut oleh istana.
Harry ditemani oleh empat orang saat berkunjung untuk menawarkan fasilitas gratis seperti operasi bedah, prostesis (mengganti bagian tubuh yang hilang dengan alat), dan konsultasi gratis untuk kesehatan mental.
Bantuan Harry terhadap warga Ukraina tetap berlanjut meskipun ia kembali ke Inggris.
Lviv telah berulang kali menjadi target penyerangan Rusia sejak invasi 2022. Kedutaan Besar Inggris pun telah menghimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke negara tersebut apabila tidak ada keperluan mendesak.
Tidak hanya Harry, anggota keluarga Kerajaan Inggris lain seperti Sophie ataupun Pangeran William pernah menunjukkan dukungan terbuka kepada Ukraina.
Kerajaan Inggris secara publik telah mengakui mendukung pembebasan Ukraina dari kecaman Rusia. Aliran dana serta bantuan diplomasi cukup sering diberikan oleh Inggris. Kerajaan Inggris menentang keras perbuatan Rusia yang telah berlangsung selama tiga tahun ini. Dilansir dari Dagens.com, mereka bahkan menyebut Rusia sebagai pelanggar hukum internasional dan tidak manusiawi.
Penulis: Laila Karima
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira