JP Radar Kediri- Pada Rabu (2/4), Presiden Amerika Serikat mengeluarkan keputusan kebijakan tarif impor yang mengejutkan pasar global.
Dalam pidatonya, Donald Trump menjelaskan bahwa barang impor kini dikenai tarif dasar sebesar 10 persen.
Sayangnya, negara negara yang memiliki tren negatif perdagangan dengan terhadap AS mendapatkan tarif tambahan.
Upaya tersebut dilakukan sebagai salah satu cara merayakan liberation day sekaligus menjadi strategi Amerika Serikat dalam membebaskan emonomi Amerika terhadap barang impor.
Indonesia merhapakan salah satu korban dari kebijakan Trump ini dan mendapatkan tarif hingga 32 persen.
Hal ini tentunya merugikan roda perekonomian Indonesia di bidang ekspor.
Beberapa industri seperti tekstil, alas kaki, furnitur, karet, dan perikanan akan sangat terdampak karena bidang bidang tersebut masih mengandalkan pasar AS sebagai sumber pendapatan ekspor.
Tarif ibu membuat produk Indonesia akan menjadi lebuh mahal dibandingkan dengan negara yang memiliki tarif impor rendah.
Contohnya seperti Brazil yang hanya dikenai tarif 10 persen, Pantai Gading 21 persen dan ghana10 persen.
Kebijakan tarif ini mengebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi turun dan menyebabkan mata uang rupiah melemah terhadap dolar AS.
Untung mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia melakukan langkah strategis dengan melakukan negosiasi dengan AS.
Meskipun tarif impor Indonesia cukup tinggi, tidak semua sektor mendapatkan tarif yang sama.
Salah satu langkah yang bisa diambil oleh Indonesia adalah meningkatkan efisiensi logistik.
Biaya logistikdi Indonesia masih berada di angka 14 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dan masih tertinggi dibandingkan negara negara ASEAN.
Peningkatan efisiensi ini dapat menghasilkan peluang untuk menjaga daya saing terhadap tarif impor AS.
Ditambah lagi, investor asing mungkin akan berinvestasi di Indonesia daripada negara negara yang memiliki tarif impor tinggi.
Indonesia juga harus mengurangi ketergantungan ekspor ke AS. Justru, Indonesia harus bisa membangun hubungan dagang yang kuat dengan negara negara di Eropa.
Hal ini dapat mengurangi efek dari kebijakan tarif Trump terhadap ekonomi Indonesia.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira