JP Radar Kediri - Pasar saham Amerika Serikat mengalami penurunan tajam pada awal pekan ini, dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, yang berpotensi menjerumuskan ekonomi AS ke dalam resesi.
Indeks Nasdaq Composite anjlok 4%, mencapai titik terendah dalam enam bulan terakhir. S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan signifikan, masing-masing turun 2,7% dan 2,1%. Saham perusahaan teknologi besar seperti Tesla merosot 15,4%, sementara Apple, Microsoft, dan Amazon juga mengalami penurunan.
Pada awal Maret 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan penerapan tarif impor baru yang signifikan terhadap tiga mitra dagang utama Amerika Serikat seperti Kanada, Meksiko, dan China. Kebijakan ini mencakup tarif sebesar 25% untuk produk dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk produk asal China. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap apa yang dianggap Trump sebagai praktik perdagangan tidak adil yang merugikan ekonomi AS.
Pengumuman tarif ini memicu kekhawatiran akan eskalasi perang dagang yang dapat berdampak negatif pada ekonomi global. Para ekonom dan pelaku pasar khawatir bahwa tindakan saling balas tarif antara negara-negara besar ini dapat mengganggu rantai pasokan global, meningkatkan biaya produksi, dan pada akhirnya menekan pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pernyataan Presiden Trump yang tidak menutup kemungkinan terjadinya resesi semakin menambah ketidakpastian di kalangan investor. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump mengakui bahwa kebijakan tarifnya mungkin menyebabkan periode transisi yang sulit bagi ekonomi AS, namun ia menekankan bahwa langkah tersebut diperlukan untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Baca Juga: Apa Itu DeepSeek? AI Buatan China yang Bisa Bikin Saham Anjlok
Ketidakpastian ini tercermin dalam volatilitas pasar saham. Indeks-indeks utama di Wall Street mengalami penurunan tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap potensi dampak negatif dari kebijakan tarif dan kemungkinan resesi. Para analis memperingatkan bahwa jika ketegangan perdagangan terus berlanjut tanpa solusi yang jelas, risiko resesi global akan semakin meningkat.
Data ekonomi terbaru menunjukkan tanda-tanda pelemahan, seperti penurunan belanja konsumen, defisit perdagangan yang mencapai rekor tertinggi, dan penurunan signifikan dalam kepercayaan konsumen. Analis mengkritik pendekatan Trump yang dianggap lebih mementingkan tujuan politik daripada stabilitas ekonomi, yang menyebabkan volatilitas pasar meningkat dan kekhawatiran akan penurunan ekonomi yang berkepanjangan.
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan tarif yang agresif dan ketidakpastian ekonomi telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi investor, meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan resesi di Amerika Serikat.
Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira