Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Oleh Handphone, Kelangan Bojo

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 2 Juni 2022 | 20:45 WIB
(Ilustrasi: Afrizal)
(Ilustrasi: Afrizal)
Meskipun sudah menikah, Yu Minthul ternyata masih ingin bergaya ala anak-anak muda. Seneng kongkow-kongkow dengan circle-nya. Hang out di kafe-kafe. Maklum, usianya juga tergolong belia. Masih 24 tahun. Tentu darah mudanya  masih menggelora.

Nah, namanya juga nongkrong, yang diobrolkan tentu seputar hal-hal berbau hedon alias kemewahan. Termasuk saling pamer handphone keluaran paling anyar.  Kok ndilalah, giliran tunjuk handphone, Yu Minthul ternyata yang paling uzur. Gadgetnya bukan Iphone model teranyar seperti milik kanca nongki-nya.

Akhirnya, yang jadi sasaran adalah Kang Paijo. Yu Minthul mendesak suaminya itu membelikan Iphone sing paling gres ewes-ewes.

Rong wulan iki Minthul ngringik njaluk Iphone. Lha wong sakjane HP-ne yo sik mulus, kok yo njaluk anyar, peh mumet aku,” keluh Kang Paijo ambek nyekel ndase.

Sebenarnya, Kang Paijo mau saja nuruti kekarepane bojone. Nanging, gajine ora nututi. Sebagai karyawan baru, tentu gajinya masih belum tinggi-tinggi amat. Juga, urung wayahe undak-undakan bayaran.

Yu Minthul pun sewot. Dia kemudian tak minta lagi pada suaminya. Kang Paijo pun merasa ayem. Ora diriwuki dengan keinginan neka-neka sang istri. Pikirnya, Yu Minthul sudah sadar diri. Tidak lagi minta barang sing aneh-aneh.

Ndilalah, sebulan kemudian, Kang Paijo dibuat terkaget-kaget. Istrinya sudah bermain-main Iphone 12 sing regane Rp 12 juta-an.

Photo
Photo
(Ilustrasi Afrizal)

Lho, oleh duwit saka ngendi awakmu? Kok isa tuku barang larang?” selidik Kang Paijo.

Yu Minthul terlihat santai. Dengan tenang dia menjawab baru mendapat hadiah.

Oleh give-away,” sahutnya enteng.
Kang Paijo tak mudah percaya. Pria yang rumahnya di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini langsung bergaya jadi inteligen. Main selidik dari mana bojone dapat picis sedemikan banyak sehingga isa gawe tuku handphone larang.

Yang pertama dilakukan adalah meretas HP sang istri. Dia mencari chatting Yu Minthul selama seminggu terakhir. Nah, mata Kang Paijo langsung mendelik begitu mendapat jejak perselingkuhan istrinya. Ternyata, sang istri menjalin hubungan dengan om-om tajir, yang dalam istilah sekarang sugar daddy.

Diam-diam, Yu Minthul punya kenalan pria berumur melalui aplikasi kencan. Keduanya juga beberapa kali bertemu langsung.

“Handphone kuwi jelas wenehane sugar daddy-ne,” ucap Kang Paijo geram.

Sontak, dia langsung melabrak sang istri. Menanyakan soal perselingkuhan sekaligus mengancam akan menceraikannya. Lalu, jawabane Yu Minthul?

Bojoku pancen gendeng pol. Masak ngakune cintane tetap nang aku trus selingkuhane mung arep dadi ATM-e deweke, apa ora edan kuwi?” gerutu Kang Paijo sambil geleng-geleng kepala.

Tentu saja Kang Paijo enggan terlibat hubungan seperti itu. Dia pun bablas menyang pengadilan agama. Mengajukan talak untuk sang istri. Kini, Yu Minthul pun hanya bisa tertunduk. Oleh hanphone larang tapi kelangan bojo, peh! Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pasutri #peh radar #iphone #peh