Kisruh Orkes di Papar Kediri Imbas Bendera Silat, Satu Orang Harus Meregang Nyawa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:18 WIB
Ilustrasi tawuran saat menyaksikan konser dangdut berujung luka-luka.
Ilustrasi tawuran saat menyaksikan konser dangdut berujung luka-luka.

 JP Radar Kediri – Polisi mengungkap dugaan awal pemicu pertikaian saat pentas orkes peringatan Hari Kemerdekaan RI di Desa Minggiran.

Keributan yang berujung tewasnya warga berinisial BAS itu diduga dipicu aksi membentangkan bendera salah satu perguruan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, kejadian bermula ketika pentas orkes di lapangan Desa Minggiran hampir selesai.

Saat itu, penonton meminta lagu terakhir. Di tengah situasi tersebut, BAS kemudian membentangkan bendera salah satu perguruan.

Aksi itu lantas mendapat teguran dari JR, terduga pelaku yang juga merupakan panitia acara.

“Sudah siang, sudah mau selesai, minta lagu terakhir. Kemudian ada yang membentangkan bendera salah satu perguruan. Pelaku ini mengingatkan. Dari situ terjadi perbedaan pendapat,” jelas Kasatreskrim Polres Kediri AKP Angga Riatma melalui Kanit Pidum Ipda Eko Idya Sunarwan.

Teguran tersebut diduga berkembang menjadi adu argument. Hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong di atas panggung. Kedua pihak kemudian sama-sama terjatuh.

Polisi masih mendalami secara detail bagaimana rangkaian pertikaian tersebut sampai BAS terjatuh dari atas panggung. “Panggung seperti umumnya. Sekitar lima meter tingginya,” jelas Eko.

Baca Juga: Cekcok Berujung Maut Saat Orkes Peringatan HUT RI, Warga Papar Meninggal Dunia

Namun begitu, polisi masih melakukan pengecekan ulang. Salah satunya untuk memastikan kondisi dan ketinggian panggung.

Juga posisi para pihak saat kejadian. “Masih kami cross-check lagi terkait semuanya. Masih kami dalami,” sambungnya.

Akibat kejadian tersebut, BAS mengalami luka dan sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Kota Kediri.

Namun, korban akhirnya meninggal dunia. Sementara itu, terduga pelaku yang diketahui merupakan panitia acara telah diamankan Polres Kediri.

Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap JR. Selain itu, penyidik kini memeriksa sejumlah saksi yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Keterangan para saksi diperlukan untuk memastikan kronologi pertikaian. Termasuk pemicu awal hingga korban terjatuh dari panggung.

“Saat ini saya lagi memeriksa para saksi yang terkait perkara itu. Untuk yang bersangkutan (terduga pelaku) sudah kami amankan dan sudah kami periksa. Selanjutnya akan kami dalami lagi perkara ini,” jelas Eko sembari menyebut penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang berujung meninggalnya BAS tersebut.(*)

 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
pertikaian orkes perguruan