Perkuat Deteksi Dini, Polres Kediri Gerakkan Sabuk Kamtibmas hingga Desa

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:54 WIB
Kapolres Kediri saat memberikan amanat (Foto Polres Kediri)
Kapolres Kediri saat memberikan amanat (Foto Polres Kediri)

JP Radar Kediri — Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat Polres Kediri.

 Salah satunya melalui penguatan Sabuk Kamtibmas yang melibatkan berbagai unsur hingga tingkat desa dan komunitas.

Penguatan tersebut dilakukan lewat Apel Besar Sabuk Kamtibmas Polres Kediri 2026 yang digelar serentak di lima polsek jajaran, Rabu (26/8).

Yakni di Mapolsek Ngasem, Plosoklaten, Purwoasri, Ringinrejo, dan Kandangan.

Kegiatan tersebut melibatkan personel Polres maupun Polsek jajaran.

Sinergi juga diperkuat dengan unsur TNI serta masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan.

Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, mengatakan, deteksi dini menjadi kunci dalam menjaga kondusivitas wilayah.

Setiap potensi gangguan perlu diketahui sejak awal sehingga dapat segera dilakukan langkah pencegahan.

“Kita perlu memperkuat deteksi dini dan pencegahan. Setiap potensi gangguan harus dikenali sejak awal agar bisa ditangani sebelum berkembang,” tegas AKBP Latif.

Baca Juga: Maulid Nabi Jadi Momentum Muhasabah, Kapolres Kediri Ajak Anggota Perbanyak Kebaikan

Menurutnya, keberadaan Sabuk Kamtibmas tidak hanya bertumpu pada jajaran kepolisian.

Sistem tersebut harus dibangun bersama masyarakat, terutama dari lingkungan desa dan komunitas.

Karena itu, komunikasi dengan warga perlu terus dibangun melalui pendekatan yang lebih dekat.

 Di antaranya lewat kegiatan cangkrukan, ngopi bersama hingga nonton bareng di lingkungan polsek.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membuka ruang komunikasi. Dengan begitu, berbagai persoalan maupun potensi gangguan di lingkungan masyarakat dapat diketahui lebih cepat.

Selain pendekatan dengan warga, penguatan kamtibmas juga dilakukan melalui patroli bersama.

Penjagaan terhadap sejumlah objek vital turut menjadi bagian dari upaya memastikan aktivitas masyarakat dan pembangunan tetap berjalan aman.

AKBP Latif juga mengingatkan agar ruang demokrasi di wilayah Kediri tetap dijaga. Perbedaan pandangan maupun aspirasi, kata dia, harus disampaikan secara damai dan bermartabat.

Dia meminta seluruh elemen menghindari provokasi, tindakan anarkistis hingga penyebaran disinformasi yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

“Stabilitas keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan dan aktivitas masyarakat,” lanjutnya.

Melalui Apel Besar Sabuk Kamtibmas tersebut, Polres Kediri ingin memperkuat sinergi pengamanan berbasis komunitas.

 Harapannya, potensi konflik sosial, hoaks, propaganda digital, radikalisme, bencana alam maupun gangguan ketertiban lainnya dapat diketahui sedini mungkin.

Dengan deteksi lebih awal, langkah pencegahan pun bisa dilakukan sebelum gangguan berkembang dan berdampak lebih luas.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kapolres kediri muh wahyudin latif polres kediri