Yakuza Maneges Baru Mengetahui Kasus Setelah Ditangani Polisi
JP Radar Kediri – Yakuza Maneges menyatakan akan ikut memantau proses hukum kasus dugaan sodomi terhadap santri pondok pesantren di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Sikap tersebut disampaikan Pimpinan Pusat Yakuza Maneges, Thuba Topo Broto Maneges atau yang akrab disapa Den Gus Thuba.
Namun, muncul pertanyaan mengapa Yakuza Maneges tidak ikut mengawal perkara tersebut sejak awal.
Gus Thuba menjelaskan, pihaknya baru mengetahui persoalan tersebut setelah perkara sudah ditangani kepolisian. Menurut dia, tidak ada laporan atau permintaan bantuan dari korban maupun keluarga kepada Yakuza Maneges ketika kasus itu mulai diproses.
Baca Juga: Sempat Berontak, Santri Korban Sodomi di Kediri Terdesak, Ini Yang Wajib Kamu Ketahui!
“Kenapa tidak mengawal sejak awal? Karena korban tidak menyampaikan kepada kami. Kami juga tidak tahu,” ujarnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Karena perkara sudah masuk ke kepolisian, Yakuza Maneges memilih memberikan ruang kepada aparat untuk menjalankan proses hukum
Yakuza Maneges Tidak Bergerak Berdasarkan Isu
Gus Thuba mengatakan, Yakuza Maneges tidak memiliki pola untuk mencari-cari persoalan di tengah masyarakat.
Pihaknya baru akan turun ketika ada laporan atau permintaan bantuan dari korban, keluarga, maupun pihak yang mengetahui persoalan tersebut.
Informasi yang diterima juga tidak langsung ditindaklanjuti. Tim terlebih dahulu melakukan kajian dan memastikan kronologi serta data pendukungnya.
Langkah tersebut dilakukan agar bantuan yang diberikan tidak justru menimbulkan persoalan baru.
“Kalau sudah ada laporan ke polisi, kami tidak akan mengambil tindakan. Kami tetap pantau jalannya proses,” katanya.
Tetap Menghormati Proses Hukum
Menurut Gus Thuba, Yakuza Maneges tidak bermaksud mengambil alih penanganan perkara dari kepolisian.
Pihaknya menempatkan diri sebagai pihak yang dapat membantu korban apabila menemukan kendala dalam proses hukum.
Selama perkara berjalan sesuai prosedur, Yakuza Maneges memilih untuk menghormati kewenangan aparat.
“Intinya Yakuza tidak pernah bertindak menindak sesuatu yang sudah masuk ke pihak kepolisian. Tapi kami tidak lepas kontrol terhadap jalannya proses,” tegasnya.
Siap Membantu Jika Ada Kendala
Meski tidak mengawal sejak awal, Gus Thuba memastikan pihaknya akan tetap memperhatikan perkembangan kasus tersebut.
Jika proses hukum berjalan sebagaimana mestinya, Yakuza Maneges tidak akan melakukan intervensi.
Baca Juga: Dua Santri Pelaku Sodomi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya Yang Bikin Tercengang!
Sebaliknya, apabila korban atau keluarga membutuhkan pendampingan maupun terdapat kendala dalam proses penanganan perkara, pihaknya siap membantu sesuai jalur yang semestinya.
“Kami tidak mencari masalah. Tapi kalau ada orang yang minta tolong dan memang persoalannya jelas, kami akan bantu,” ujarnya.
Gus Thuba menegaskan, prinsip tersebut menjadi alasan mengapa Yakuza Maneges tidak langsung turun dalam kasus dugaan sodomi santri di Ploso.
Bukan karena tidak peduli, tetapi karena pihaknya memang baru mengetahui perkara tersebut setelah kasus ditangani polisi.
Editor : Miko