Dicekik hingga Sesak, Warga Ngancar Polisikan Mantan Suami: Jadi Korban KDRT Bertahun-tahun, Polisi Usut Tuntas

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:30 WIB
Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi.

 

JP Radar Kediri–Membina rumah tangga dengan Gus, 33, sejak 2018 silam, Fit, 28, kerap menjadi korban kekerasan.

Puncaknya, pada 2 Agustus lalu, perempuan yang tinggal di Desa Bedali, Ngancar itu dicekik hingga kesulitan bernapas dan meninggalkan bekas lebam.

Tak terima dengan kekerasan yang dialami, dia pun memolisikan pria asal Desa Tertek, Pare itu.

Kepada Jawa Pos Radar Kediri, Fit menyebut rumah tangganya tidak berjalan mulus sejak awal pernikahan.

Mereka sering terlibat cekcok dengan beberapa sebab. Salah satunya karena Gus tidak memberikan nafkah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Sejak usia anak pertama saya masih 1,5 tahun dia sering melakukan kekerasan,” ungkap Fit. 

Setiap kali Fit meminta uang untuk kebutuhan rumah tangga, yang didapat dari Gus justru tindakan kekerasan. "Saat saya minta nafkah dia malah kasar," lanjutnya.

Tak tahan menjadi samsak hidup, Fit pun memilih mengajukan gugatan cerai. Namun, hal itu belum bisa membebaskannya dari Gus.

Puncaknya, pada Minggu (2/8) lalu saat Fit mendatangi Gus yang sedang berada di rumah tetangga di Desa Bedali.

Baca Juga: Miris! Korban KDRT di Kediri Banyak Memilih Diam karena Hal Ini

Keduanya kembali terlibat pertengkaran saat Fit menceritakan tentang gugatan cerai yang diurusnya.

“Tangan saya ditarik, kemudian didorong dan jatuh ke lincak. Saat itu leher saya dicekik sekuat tangannya. Saya berusaha melawan dan minta tolong,” tutur Fit yang saat dicekik bahkan dia tidak bisa lagi berteriak karena saking kuatnya tenaga Gus.

Beruntung, keributan yang terjadi di dalam rumah didengar oleh pemilik rumah. Fit yang sudah dalam kondisi kesulitan bernapas pun langsung ditolong.

Dia lantas pulang ke rumah dan menceritakan kejadian tersebut kepada Rin, ayahnya.

Tak terima anaknya kembali jadi korban kekerasan, Rin langsung mengajak Fit untuk lapor ke Polsek Ngancar. Dia juga menjalani visum di salah satu rumah sakit (RS) di Kecamatan Wates.

 “Itu (kekerasan) sudah kelewatan. Saya dicekik sampai ada bekasnya. Makanya saya laporkan,” beber Fit.

Sayangnya, kekerasan yang dilakukan oleh Gus saat Rin mengurus perceraian itu belum ada tindak lanjutnya.

Saat dirinya sudah sah berstatus janda, mantan suaminya yang berdomisili di Desa Tertek, Pare itu tetap bebas melenggang.

“Saya berharap polisi bisa segera menangani kasus ini. Saya ingin hidup tenang. Tidak ingin jadi korban kekerasan yang sama,” pintanya.

Terpisah, Kapolsek Ngancar Marjuki mengatakan bahwa anggotanya masih berusaha mencari keberadaan Gus.

Penyidik, ungkap Marjuki, masih akan meminta keterangan kepada terlapor.

"Keberadaan terlapor (Gus) masih belum diketahui," dalih perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.

Selebihnya, Marjuki membenarkan jika Fit sudah menjalani visum. Untuk memproses kasus, menurutnya diperlukan kelengkapan keterangan dan bukti pendukung.

“Untuk update penanganan masih berupaya mencari keberadaan pelaku,” tandas Marjuki. 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
dicekik kdrt penganiayaan korban