Viral Video Asusila Pelajar di Banyuwangi, Pemeran Sampaikan Permintaan Maaf dan Polisi Lakukan Hal Ini

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:24 WIB
Ilustrasi video asusila banyuwangi (Dok JawaPos.com)
Ilustrasi video asusila banyuwangi (Dok JawaPos.com)

JP Radar Kediri — Jagat maya di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya digegerkan dengan beredarnya rekaman video bermuatan asusila yang diduga melibatkan pelajar. 

Setelah sempat viral dengan narasi "Yang wes Yang", kasus ini kini memasuki babak baru setelah salah satu pemeran muncul menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka.

Remaja laki-laki yang diketahui berinisial MD, seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mengakui keterlibatannya dalam peristiwa tersebut. 

Dalam video klarifikasi yang beredar luas, MD tampak menyampaikan penyesalan mendalam serta permohonan maaf kepada pihak sekolah, rekan-rekan sekolahnya, serta masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Baca Juga: Viral Dokumen Anggaran Pengadaan Kopdes Tembus Rp212 Triliun, Publik Soroti Harga AC dan Rak Pajangan

“Saya minta maaf karena telah membuat jelek nama sekolah. Saya meminta maaf kepada semua teman-teman dan semuanya karena telah melakukan perbuatan yang jadi bahan perbincangan hangat di kalangan semua orang,” ujar MD dalam rekaman video yang beredar.

MD juga menegaskan bahwa angkah pembuatan video klarifikasi dan permohonan maaf ini murni dilandasi kesadaran pribadi tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun.

Selain MD, seorang pelajar lain yang turut terseret dalam pusaran video viral ini berinisial MS juga menyampaikan permohonan maaf serupa. Mengenakan kaus hitam dalam rekaman klarifikasinya, MS mengaku sangat menyesal karena insiden tersebut berdampak langsung terhadap nama baik institusi pendidikannya. Pasalnya, dalam beberapa potongan video yang tersebar dengan durasi berbeda, ia diduga mengenakan atribut seragam sekolah.

“Saya meminta maaf kepada semua teman-teman yang kecewa,” ucap MS, yang juga memastikan bahwa pernyataannya disampaikan tanpa paksaan.

Langkah Tegas Polresta Banyuwangi

Menanggapi keresahan masyarakat atas peredaran konten asusila tersebut, aparat penegak hukum bergerak cepat. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi tercatat telah menerima laporan resmi terkait perkara ini sejak 20 Juli 2026.

Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Komisaris Lanang Teguh Pambudi, menyatakan bahwa penyidik telah menindaklanjuti laporan dengan mengacu pada prosedur hukum yang berlaku. 

Penanganan perkara ini dilakukan secara khusus dengan tetap memperhatikan ketentuan perlindungan anak serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

"Penyidik telah melakukan serangkaian tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dengan memperhatikan ketentuan khusus mengenai anak yang berhadapan dengan hukum serta prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Sejumlah barang bukti juga telah diamankan penyidik untuk mendukung proses pembuktian perkara," kata Kompol Lanang Teguh Pambudi.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Rofiq Ripto Himawan menegaskan komitmen jajarannya untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap masa depan anak. 

Pihaknya memastikan tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk tindak pidana yang mengancam keselamatan maupun masa depan anak di wilayah hukum Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga: Viral Butik Ivan Gunawan Didatangi Sejumlah Orang Berseragam, Ini Klarifikasinya

Imbauan untuk Tidak Menyebarluaskan Video

Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, Polresta Banyuwangi turut mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat dan warganet agar menghentikan tindakan menyebarluaskan konten video maupun identitas yang berkaitan dengan anak yang berhadapan dengan hukum.

Kombes Rofiq mengingatkan bahwa penyebaran foto, video asli, nama lengkap, alamat, atau detail apa pun yang dapat mengungkap identitas anak merupakan pelanggaran serius terhadap privasi dan regulasi perlindungan anak.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan video atau informasi yang dapat mengidentifikasi anak. Mari bersama-sama menjaga privasi, martabat, dan masa depan anak. Apabila mengetahui adanya dugaan kekerasan atau tindak pidana terhadap anak, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sesuai prosedur," pungkasnya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
video banyuwangi video viral banyuwangi siswa banyuwangi viral banyuwangi