JP Radar Kediri – AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. resmi menakhodai Polres Kediri, menggantikan AKBP Bramastyo Priaji yang mendapat promosi sebagai Kabag Binkar Biro SDM Polda Jawa Tengah.
Perwira menengah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2006 itu mengawali karier kepolisian dengan penugasan di Bali.
Setelah itu, dia sempat ditugaskan di sejumlah satuan di Jawa Timur.
Pria yang akrab disapa Latif itu juga pernah ditugaskan di Bareskrim Polri.
Sejak saat itu, kariernya terus menanjak hingga dipercaya memimpin Polres Probolinggo.
Kini, pria asal Kudus, Jawa Tengah, itu mendapat amanah baru sebagai Kapolres Kediri.
Dalam sambutan perdananya di hadapan seluruh personel usai seremoni pisah sambut kapolres baru, Kamis (30/7) kemarin, AKBP Latif mengaku siap melanjutkan fondasi yang telah dibangun pemimpin sebelumnya.
Dia menilai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kediri selama kepemimpinan AKBP Bramastyo Priaji terjaga kondusif dengan soliditas internal yang kuat.
"Ini menjadi pondasi dan legacy bagi kami untuk melanjutkan tugas sebagai Kapolres Kediri. Kami mengajak seluruh keluarga besar Polres Kediri menjaga kekompakan, profesionalisme, integritas, dan terus meningkatkan pelayanan kepolisian yang humanis," tegasnya.
Ia juga berharap seluruh pejabat utama, jajaran kapolsek, hingga anggota Polres Kediri terus menjaga semangat kebersamaan.
Yang tak kalah penting, selalu menebar kebaikan melalui pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Untuk diketahui, AKBP Latif punya berbagai capaian baik. Saat memimpin Polres Probolinggo, salah satu capaiannya adalah menangani kasus Internasional.
Dia berhasil memimpin pengungkapan kasus tindak pidana yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah hukum Probolinggo.
Sejumlah prestasi internal juga berhasil ditorehkan. Salah satunya terkait efisiensi dan transparansi tata kelola anggaran.
Prestasi itu mengantarkannya menjadi salah satu role model bagi pengelolaan keuangan di satuan kerja kepolisian.
AKBP Latif juga dikenal pernah memimpin operasi taktis patroli Kring Serse.
Melalui patroli itu, satuannya berhasil mengembalikan kendaraan korban pembegalan hanya dalam waktu 10 hari setelah pelaporan.
Jejak rekam prestasinya juga menghantarkan Polres Probolinggo berhasil mengungkap fakta kebenaran atas kasus viral isu pembegalan tenaga kesehatan (nakes) di Kraksaan. Yang ternyata hanya rekayasa korban.
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri