KEDIRI, JP Radar Kediri–Warga Desa Surat, Kecamatan Mojo kemarin pagi (14/7) gempar. Mayat seorang bayi laki-laki dengan ari-ari masih menempel dibuang di perkebunan jambu mete di sana. Tubuhnya dibungkus tas kain dan diletakkan di tumpukan kayu jati.
Keberadaan bayi malang itu kali pertama diketahui oleh Jumoko atau Joko, 51, warga setempat. Sekitar pukul 07.00 kemarin, Joko yang hendak mencari sarapan itu mengendarai sepeda motor ke arah timur.
“Saat melintas di depan perkebunan jambu mete, saya berniat berhenti untuk mengecek sebentar. Tetapi pandangan saya tertuju pada tas ditumpukan kayu jati, tepat di depan lahan milik saya,” kata Joko ditemui di lokasi kejadian kemarin.
Dia semakin penasaran karena dari tas kain itu terlihat ada darah yang masih menetes. Joko pun langsung membuka tas kain tersebut. Dia langsung terkejut karena dua kaki kecil langsung terlihat.
Dalam kondisi panik, Joko langsung menghentikan penjual sayuran keliling yang sedang melintas. Dia tak lain adalah Lilik, warga setempat. “Langsung saya berhentikan. Saya ajak melihat sebagai saksi. Setelah itu saya melapor ke polisi,” lanjutnya.
Saat ditemukan, menurut Joko kondisi bayi sudah meninggal dunia. Bayi berkulit putih itu hanya dibungkus tas kain berwarna hitam, berlapis kresek berwarna putih di bagian dalam. “Tidak ada balutan kain sama sekali. Ganteng. Putih bersih. Kondisinya telentang,” terang Joko tentang kondisi bayi di bagian ari-arinya masih mengeluarkan darah itu.
Lebih jauh Joko menuturkan, Senin (13/7) malam memang ada sepeda motor yang melintas di depan rumahnya. Kendaraan juga sempat putar balik di sana.
Baca Juga: Dinsos Jatim Rawat Bayi Telantar di Ngasem, Polisi Intensifkan Penyelidikan, Buru Pelaku Pembuangan
“Jalanan sini (Jalan Raya Mojo-Besuki, Red) relatif sepi. Jalan juga belum ada penerangannya. Pemukiman juga sangat jarang,” tandasnya mencurigai pengendara motor yang tidak diketahui jenis kelaminnya itu. Apalagi, menurut Joko pengendara melintas sekitar pukul 21.00 dan terlihat seperti orang bingung.
Ditanya apakah ada warga sekitar yang hamil, Joko menjawab dengan menggelengkan kepala. Dia yakin pelakunya adalah orang dari luar desanya.
“Warga pegunungan itu hubungannya sangat dekat dengan tetangga sekitarnya. Pasti tahu kalau ada yang hamil,” bebernya.
Baca Juga: Tujuh Warga Ingin Adopsi Bayi Ngasem Kediri, Begini Kata Dinsos Terkait Prosesnya
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sejak pukul 07.00 hingga pukul 09.30 kemarin, sejumlah personel polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi. Tempat kejadian perkara juga dipasangi garis polisi.
Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim Inafis dan penyidik ke lokasi. Pria yang akrab disapa Sarif itu menduga bayi dalam keadaan hidup saat dibuang.
“Seluruh barang bukti telah kami amankan. Mulai dari tas kain warna hitam, kantong plastik putih, serta jasad bayi,” ungkap Sarif.
Polisi, kata Sarif, masih mengintensifkan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan menunggu hasil visum. “Kami juga mengumpulkan rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk pengungkap pelaku pembuang bayi,” jelasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri