Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Amankan Keluarga Pelaku Tabrakan Beruntun, Polisi Usut Laka Maut Mobil Hyundai Palisade!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:31 WIB
RINGSEK: Bodi depan kiri mobil Hyundai Palisade rusak setelah menabrak satu sepeda motor dan dua mobil pada Minggu (5/7) malam. (Foto: Dokumen Satlantas Polres Kediri Kota)
RINGSEK: Bodi depan kiri mobil Hyundai Palisade rusak setelah menabrak satu sepeda motor dan dua mobil pada Minggu (5/7) malam. (Foto: Dokumen Satlantas Polres Kediri Kota)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota menyelidiki kasus kecelakaan beruntun di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Kediri pada Minggu (5/7), sekitar pukul 22.00.  Selain mengamankan sejumlah barang bukti kendaraan, polisi juga mengamankan keluarga yang menumpang mobil Hyundai Palisade yang menjadi pemicu kecelakaan maut tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, hingga kemarin siang pengemudi dan penumpang mobil Hyundai Palisade putih bernopol AG 55 SIS itu masih diamankan di satlantas. Mulai Den, 16, pengemudi asal Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Kemudian, Sis, 34, kakak kandung Den yang merupakan warga Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Serta Azis Marjani, 62, ayah Den, yang tinggal di Kelurahan Werungotok, Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.

“Pengemudi mobil (Hyundai Palisade, Red) kami amankan di Mako Satlantas Polres Kediri Kota. Dalam mobil tersebut ada ayah, kakak, dan anak kakaknya,” kata Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan melalui Kanit Gakkum Polres Kediri Kota Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman.

Baca Juga: Pengemudi Hyundai Palisade Penyebab Kecelakaan Maut di Mojoroto Kediri Masih di Bawah Umur

Hingga kemarin, menurut Anang pelaku tabrak lari yang masih berstatus anak-anak itu belum bisa dimintai keterangan. Hal tersebut karena siswa SMA itu masih dalam kondisi syok berat.

Dalam sejumlah video amatir yang beredar, Den yang melakukan tabrakan beruntun memang sempat dikerubuti massa. Warga yang melihat pengemudi masih anak-anak tak bisa membendung amarahnya hingga dia nyaris diamuk massa.

Hal tersebut membuat Den dan keluarganya syok. Meski demikian, Anang memastikan kasus kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia itu akan tetap diusut hingga tuntas. Polisi, tutur Anang, sudah meminta keterangan dari saksi yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga: Polisi Dalami Kecelakaan Maut Hyundai Palisade di Mojoroto Kediri, 1 Tewas dan 2 Luka Parah

Sedikitnya ada tiga orang yang menjelaskan kronologi kejadian. “Untuk rekaman CCTV (closed circuit television) masih dalam pencarian,” lanjutnya.

          Ditanya terkait pemeriksaan Den, Anang mengatakan, pemeriksaan tidak akan dilakukan sendiri. Melainkan dengan didampingi orang tuanya. Dia menegaskan, proses hukum kasus tersebut akan tetap berlanjut. Meski pengemudi masih berstatus anak-anak.

“Jika terbukti bersalah, pasal yang dikenakan dan hukumannya tidak ada pembeda dengan pelaku dewasa,” tutur Anang sembari menyebut pengenaan pasal menunggu hasil gelar perkara.

Baca Juga: Laka Lantas di Mojo Kediri, Tiga Korban Alami Luka Berat, Ini Kronologinya!

          Satlantas menargetkan gelar perkara selesai minggu ini. Dalam gelar yang menghadirkan berbagai pihak itu, polisi harus menyajikan sejumlah bukti. “Pengemudi kurang konsentrasi. Pastinya masih kami dalami kenapa bisa seperti itu,” beber Anang.

Untuk diketahui, Den mengemudikan Hyundai Palisade putih bernomor polisi AG 55 SIS dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi. Di jalur yang sama terdapat Honda Scoopy AG 6027 VCA yang dikendarai oleh Naura Azwa Laksono, 19, warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Saat itu dia berboncengan dengan Fulan Zuleyka, warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. 

“Diduga karena pengemudi Hyundai kurang berkonsentrasi dan jarak kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan dari belakang pun tidak dapat dihindari,” bebernya.

Baca Juga: Kasus Laka Harapan Jaya Masuk Tahap Dua, Ini Pengakuan Sopir Bus Yang Bikin Tercengang!

Benturan keras tersebut membuat Hyundai Palisade kehilangan kendali dan bergerak ke jalur berlawanan. Mobil tersebut kemudian menghantam Toyota Avanza bernopol AG 1605 XR yang dikendarai oleh Mohamad Imam Nasrudin, 43, warga Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri. Dia melaju dari arah utara ke selatan.

Tidak berhenti di situ, mobil Hyundai kembali menabrak Isuzu Panther bernopol AG 1837 EY yang dikemudikan oleh Nana Anwar, 37, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek. Mobil yang ada di belakang Toyota Avanza itu pun tak bisa menghindar.

Akibat kecelakaan beruntun tersebut, Fulan yang mengalami luka berat akhirnya meninggal dunia. Sedangkan Naura mengalami luka memar di dahi. Serta luka lecet di tangan dan kaki kanan.

Baca Juga: Kisah Suyati si Pemilik Rumah yang Dihantam Bus Harapan Jaya saat Laka Beruntun di Muning Kediri

“Penumpang Isuzu Panther atas nama Ani Maskufah, 50, warga Desa Wonoanti, Kecamatan Gandungsari, Kabupaten Trenggalek juga megalami luka pada dahi sebelah kiri. Saat ini korban luka-luka masih menjalani observasi di RS Bhayangkara Kota Kediri,” tandas Anang. (la/ut)

 






 

 

Editor : Mahfud
#hyundai palisade #SEKELUARGA DIAMANKAN #bus Harapan Jaya #dibawah umur #satlantas polres kediri kota