JP Radar Kediri - Penyebab kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jalan KH Ahmad Dahlan ternyata masih berada dibawah umur. Dia adalah DWS, 16, warga Kecamatan/Kabupaten Nganjuk.
Hal itu diungkapkan oleh Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan melalui Kanit Gakkum Ipda Andi Anang Dwi Fauzi Sulaiman. Dia membenarkan jika pengemudi Hyundai Palisade masih dibawah umur.
“Pengemudi (Hyundai Palisade, Red) masih dibawah umur. Saat ini sudah kami amankan. Namun belum kami mintai keterangan karena masih syok,” ujar perwira dengan satu balok emas dipundak itu.
Untuk diketahui, kecelakaan lalu lintas ini terjadi di depan Resto O'Seafood, Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri sekira pukul 22.00 WIB.
Baca Juga: Polisi Dalami Kecelakaan Maut Hyundai Palisade di Mojoroto Kediri, 1 Tewas dan 2 Luka Parah
Adapun kronologinya yaitu mobil Hyundai Palisade putih bernomor polisi AG 55 SIS yang dikemudiakan oleh DWS (16) warga Kecamatan/Kabupaten Nganjuk melaju dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan tinggi.
Di jalur yang sama terdapat Honda Scoopy AG 6027 VCA yang dikendarai oleh NAL (19) warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.
Yang saat itu berboncengan dengan FZ (19) warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
“Diduga karena pengemudi Hyundai kurang berkonsentrasi dan jarak kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan dari belakang pun tidak dapat dihindari,” imbuhnya.
Benturan keras tersebut membuat Hyundai Palisade kehilangan kendali dan bergerak ke jalur berlawanan.
Ya, mobil tersebut kemudian menghantam Toyota Avanza dengan nomor polisi AG 1605 XR yang datang dari arah utara ke selatan.
Tidak berhenti sampai di situ saja, mobil kembali menabrak Isuzu Panther dengan nomor polisi AG 1837 EY yang berada di belakang Avanza.
Baca Juga: Jalan Pangsud Kota Kediri Remang-Remang hingga 1 Desember, Ini Alasannya!
Akibat kecelakaan tersebut pengendara Honda Scoopy NA, mengalami memar di dahi serta luka lecet pada tangan dan kaki kanan.
Sementara yang dibonceng FZ mengalami luka serius berupa memar di pinggul dan pinggang kiri serta nyeri pada kaki kanan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia. (la)
Editor : Andhika Attar Anindita