Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Laporkan Istri Polisi Terduga Pelaku Bandar Arisan Bodong Kandat: Terlapor Dikenal Luwes, Sering Beri Barang Branded

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:11 WIB
Para korban saat menggeruduk rumah terduga pelaku. (Foto Wahyu Adji)
Para korban saat menggeruduk rumah terduga pelaku. (Foto Wahyu Adji)

JP Radar Kediri–Kasus arisan dan investasi bodong yang menyeret Yes, warga Desa/Kecamatan Kandat resmi ditangani polisi.

Setelah puluhan korban menggeruduk rumahnya pada Kamis (25/6) pagi, mereka resmi melapor ke Polres Kediri pada Kamis malam.

Untuk diketahui, sebelum memutuskan memolisikan Yes, para korban sempat mengikuti mediasi di rumah Yes.

Di sana, para korban meminta Yes memberi jaminan untuk bisa mengembalikan uang di waktu yang dijanjikan. Namun, Yes tidak bisa memberi jaminan. Melainkan hanya menandatangani surat pernyataan bermaterai.

"Kami minta sederhana. Kalau memang menjanjikan pengembalian uang di tanggal tertentu harus ada jaminannya. Tapi itu tidak bisa dipenuhi. Sehingga kami memilih membuat laporan polisi," ungkap IT, salah satu korban.

IT mengatakan, kasus yang membelit Yes tidak hanya arisan dan investasi bodong saja. Jumlah kerugian yang lebih besar menurutnya justru berasal dari praktik dari pinjam-meminjam uang kepada para korban dengan berbagai modus.

Yes yang merupakan istri polisi itu disebut sering menghubungi korban dan mengaku butuh dana mendesak.

Dalihnya uang digunakan untuk berbagai keperluan usaha. Mulai bisnis kuliner, parcel, skincare, hingga modal membeli hasil panenan jeruk, tebu, dan usaha lainnya.

Baca Juga: Puluhan Orang Geruduk Rumah Istri Polisi di Kediri, gara-gara ‘Tilep’ Uang Arisan hingga Miliaran?

Agar korban mau meminjamkan uang, Yes menjanjikan untuk mengembalikan disertai margin untung hingga beberapa juta rupiah.

“Iming-iming jumlah keuntungannya itu tidak sama. Kadang satu juta, kadang dua juta. Sak njeplake,” lanjut IT.

Para korban menurut IT percaya karena di awal transaksi Yes selalu bisa mengembalikan uang plus margin untung sesuai yang disebutkan.

"Awalnya selalu dikembalikan tepat meski kadang mundur beberapa hari. Setelah orang percaya, nominal pinjamannya semakin besar," bebernya.

Sifat Yes yang lembut dan mudah bergaul membuat anggota bhayangkari itu mudah diterima di pergaulan.

 Apalagi dia juga sering memberi hadiah, makanan, hingga barang-barang bermerek kepada teman-temannya.

“Saat (calon korban) ulang tahun gitu dibelikan barang branded,” ungkapnya. Status Yes sebagai istri polisi juga membuat dirinya semakin diterima di lingkungan pergaulan.

Menurut IT, perempuan yang kini berstatus terlapor itu juga sering meminjam nama orang lain saat meminjam uang.

“Bilangnya si A ini lagi butuh duit. Katanya mau bilang langsung sungkan, jadi dia yang mewakili untuk pinjam uang,” bebernya tentang modus lain Yes.

Terpisah, AN yang kenal Yes sejak 2013 juga pernah dipinjami uang oleh Yes. Saat itu, perempuan berambut panjang itu mengaku butuh uang untuk membayar pemasangan plafon.

Baca Juga: Begini Pengakuan NST Terkait Arisan Jebol di Kediri, Beberkan Kronologi Versinya

Perempuan berambut cokelat yang saat itu sedang ada di Bali itu janji mengembalikan uang dalam waktu lima hari plus komisinya.

“Saya transfer Rp 30 juta. Tapi dia tidak mengembalikan tepat waktu alasannya masih merekap. Saya tagih beberapa kali akhirnya dikembalikan Rp 32 juta,” tuturnya.

Tak lama berselang lama, Yes kembali meminjam Rp 20 juta untuk modal usaha. AN pun kembali meminjami.

Namun, kali ini pengembaliannya seret hingga dia harus sering menagih. Kegigihan AN membuat uang tetap dikembalikan plus komisinya meski lama.

AN baru ‘kepleset’ saat ikut arisan pada April 2025 lalu. Dia ikut tiga slot dengan nilai Rp 9 juta. Selama lebih dari satu tahun rutin menyetor uang, belum pernah sekalipun namanya keluar motel.

Kondisi itulah yang memicu kecurigaan. Korban mensinyalir Yes sengaja mengatur nama-nama fiktif yang memenangkan arisan.

Akibatnya, anggota arisan tidak pernah motel. "Belakangan saya mendapat informasi bahwa nama yang keluar itu bisa diatur. Jadi bukan murni hasil undian," tandasnya.

Akibat praktik dugaan manipulasi itu, AN merugi sekitar Rp 14 juta. Dia berharap laporan korban di Polres Kediri itu bisa ditindaklanjuti.

Baca Juga: Geger! Ada Dugaan Aliran Dana Rp 1 Miliar ke Bank Luar Negeri di Kasus Arisan Bodong, Korban Desak Polisi Tangkap Pelaku

Dia meminta polisi mengusut kasus arisan bodong, investasi bodong, dan pinjam-meminjam uang dari Yes. “Walaupun tidak sebanyak korban yang lainnya, harapannya ya uang itu bisa kembali,” jelasnya.

Terpisah, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji memastikan penyidik Polres Kediri menangani kasus secara profesional.

Meski, diakuinya terlapor berstatus sebagai istri anggota polisi. “Tetap kita proses sesuai prosedur. Akan kami dalami dulu,” tegas perwira dengan pangkat dua melati di pundak itu. 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#penipuan #kecamatan kandat #arisan bodong