Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Guru SMK Tega Cabuli Muridnya Sendiri: Menyaru Jadi Cewek Lewat Telegram untuk Minta Video Asusila, Begini Modusnya!

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 18 Juni 2026 | 21:35 WIB

 

Foto Mapolres Kediri. Polres Kediri berkomitmen menindak tegas pelaku kejahatan,termasuk pelaku asusila. (Foto Asad MS)
Foto Mapolres Kediri. Polres Kediri berkomitmen menindak tegas pelaku kejahatan,termasuk pelaku asusila. (Foto Asad MS)

KEDIRI, JP Radar Kediri–Perbuatan Do, 28 sungguh bejat. Guru salah satu SMK di Kecamatan Pare itu tega mencabuli muridnya.

Dia melancarkan aksinya dengan modus menyaru sebagai perempuan saat berkenalan di media sosial.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, Do sengaja membuat akun Telegram dengan nama Lia pada Februari lalu. Selanjutnya, Do yang menargetkan X, 17, muridnya, langsung berkenalan.

Keduanya lantas intens berhubungan lewat Telegram. X yang merupakan siswa kelas XI itu tak menyangka jika Lia yang dikenalnya adalah laki-laki.

“Dari situ korban menjalin hubungan dengan pelaku,” ungkap Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri Ipda Eko Idya Sunarwan

Setelah akrab, Lia meminta agar X mengirim video dan foto. Belakangan, Lia meminta X mengirim foto-foto dan video tak senonoh. X yang tidak curiga pun langsung menyanggupinya.

Baca Juga: Guru SMK di Pare Diduga Cabuli Siswa: Polres Kediri Bergerak Cepat, Terduga Pelaku Kini Ditahan

Setelah mendapat ‘senjata’, Lia yang tak lain adalah Do itu langsung memberikan ancaman.

Dia meminta agar X membuat video tak senonoh dengan sesama pria. Jika dia tak membuat video tersebut, Do mengancam akan menyebarkan foto dan video porno milik X.

“Si pelaku ini mengancam korban lewat akun palsunya. Korban kan jadi bingung,” lanjut Eko.

Setelah X kalut, Do yang sehari-hari mengenal X ini langsung mendekati. Dengan liciknya, X menanyakan kondisi muridnya yang kelihatan sedih dan bingung. 

Percaya dengan gurunya, X pun menceritakan masalah yang dihadapi. Termasuk ancaman dari akun Telegram bernama Lia kepada Do.  Sang guru pun pura-pura memberikan solusi.

Dia menyarankan X untuk membuat video asusila dengan dirinya. “Waktu itu korban tidak tahu jika ternyata dalangnya di situ (Do),” terang Eko.

Sekali membuat video asusila, Do lantas sering datang ke rumah X dan mengajaknya keluar. Orang tua X juga tak menaruh curiga dengan kedatangan Do ke rumah mereka.

Ortu X sempat mengira jika Do datang untuk memberi pelajaran privat kepada anaknya. Setelah beberapa kali diajak keluar yang notabene X dicabuli, siswa kelas XI itu lantas menolak diajak keluar.

Baca Juga: Tokoh Agama Ngadiluwih Kediri Tersangka Pencabulan Berusaha Mengelak: Tuding Makhluk Gaib yang Cabuli Anak-Anak

Dari sanalah ortu X mulai curiga. “Awalnya kecurigaan dari orang tua itu ketika si anak ini malah ndak mau. Malah nangis. Dari situ cerita,” beber Eko.

Tak terima anaknya dicabuli oleh gurunya sendiri, ortu X pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri pada 11 Juni lalu.

Unit PPA Polres Kediri lantas melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku tak berselang lama kemudian. 

“Kami lakukan pemeriksaan saksi-saksi. Alat bukti cukup, dan perkara naik penyidikan. Terlapor jadi tersangka,” tandas Eko sembari menyebut Do sudah ditahan.

Atas perbuatannya, Do dijerat pasal 415 huruf d KUHP tentang Perbuatan Cabul terhadap Anak. Ancaman pidananya maksimal sembilan tahun penjara.

Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai satu unit ponsel, percakapan digital, serta sejumlah dokumen elektronik yang terkait dengan pencabulan tersebut.

“Tindak asusila terhadap anak merupakan kejahatan serius yang dapat merusak masa depan korban. Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak,” tegas Eko.

Baca Juga: Bejat! Korban Pencabulan Tokoh Agama di Ngadiluwih Kediri Jadi 13 Anak, DP2KBP3A Gandeng Psikolog untuk Dampingi Belasan Korban

          Terpisah, sumber koran ini di SMK tempat Do mengajar membenarkan jika pria cabul itu merupakan guru di sana. “Pelaku merupakan oknum guru honorer yang mengajar di sini sekitar tiga tahun,” ungkap pria yang juga menjadi humas di sana.

          Setelah mengetahui aksi pelaku, menurutnya sekolah langsung mengambil tindakan tegas. Yakni dengan memecatnya.

“Ketika ada laporan dari orang tua siswa ini langsung ditangani pimpinan. Dan langsung diberhentikan,” beber pria yang enggan namanya disebutkan, saat ditemui di sekolah kemarin (18/6).

 

KRONOLOGI:

·       Do, 28, yang merupakan guru SMK di Kecamatan Pare membuat akun Telegram dengan nama Lia untuk mendekati X, 17, muridnya.

·        Setelah akrab, ‘Lia’ dan X saling berkirim foto seksi hingga video tak senonoh.

·        Setelah mendapat ‘senjata’, Do lantas mengancam X dan meminta dia mengirim video asusila dengan pria lain. Jika tidak dituruti, dia mengancam untuk menyebar foto dan video tak senonoh X.

·        Setelah X kalut, Do sebagai gurunya mendekati. Dia menawarkan solusi untuk membuat video pencabulan dengan X.

·        Sekali dituruti, Do sering datang ke rumah X dan melakukan hal yang sama hingga siswa kelas XI itu ketakutan.

·        Orang tua yang curiga lantas menanyai X, mereka langsung melapor ke polisi 11 Juni lalu setelah mengetahui gurunya tega mencabuli muridnya sendiri selama sekitar tiga bulan.

·        Sekolah yang mengetahui aksi bejat guru honorer itu langsung memecatnya.

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#telegram #guru cabul #smk #pencabulan #asusila