Terjunkan Ratusan Personel Amankan Pengesahan Warga PSHT, Polisi Akan Perketat Penjagaan di Wilayah Ini!
Hilda Nurmala Risani• Selasa, 16 Juni 2026 | 14:07 WIB
Deklarasi Damai Aman Suro di Mako Polres Kediri Kota minggu lalu. (Hilda/JPRK)
KEDIRI, JP Radar Kediri– Pengesahan atau sah-sahan anggota baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kota Kediri akan dijaga dengan ketat. Polres Kediri Kota siap menerjunkan ratusan personel. Konsentrasi pengamanan dilakukan di wilayah perbatasan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, total ada 900 personel yang akan diterjunkan untuk melakukan pengamanan.
“Jadi, malam suroan itu kan tanggal 16 ya, 16 malam kita siaga 1. Jadi, kami menerjunkan seluruh personil Polres Kediri Kota. Seluruh personil hampir 900 orang. Kami siagakan di sini (Mako Polres Kediri Kota, Red) untuk menjaga perguruan yang akan melaksanakan sah-sahan,” ungkap pria yang akrab disapa Anggi itu.
Penjagaan menurut Anggi akan dilakukan sejak pukul 17.00 hingga acara selesai. Selain pengamanan di tiga kecamatan, menurutnya konsentrasi polisi juga pada lima kecamatan di barat sungai yang masuk wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Selebihnya, polisi juga fokus mengamankan daerah perbatasan yang dinilai rawan konflik. Di tiap perbatasan mereka menerjunkan belasan hingga puluhan personel.
Hal tersebut mengantisipasi masuknya penggembira dari luar daerah yang berpotensi menimbulkan kericuhan. “Pola pengamanan, sudah kami imbau kepada seluruh perguruan yang melaksanakan sah-sahan supaya peserta itu menggunakan roda 4 tanpa atribut. Cuma yang jadi masalah ini adalah kabupaten samping yang belum melaksanakan sah-sahan. Jadi kami sekat dari selatan dan dari utara,” sambung bapak tiga anak itu.
Ditanya terkait isi maklumat aman suro yang menyatakan bahwa ketua umum bertanggung jawab penuh secara hukum pidana, Anggi menyebut jika memang itu tanggung jawab moral sebagai ketua perguruan.
“Harus bertanggung jawab keamanan baik perguruannya maupun orang lain. Nah, itu kami hanya mengingatkan saja. Jadi, tanggung jawab moral itu kan melekat kepada jabatan ketua perguruan. Tidak boleh ketua itu lepas tangan nanti,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Kediri Siswanto mengatakan, seluruh perguruan silat telah sepakat mendukung terciptanya suasana aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan Suro.
“Untuk acara Suran, kami tetap berkoordinasi bersama seluruh pihak untuk menjaga keamanan agar Kota Kediri tetap aman dan kondusif,” ujar Siswanto.
Dia menegaskan seluruh peserta wajib tertib, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Salah satu aturan yang menjadi perhatian adalah larangan menggunakan kendaraan roda dua dan larangan mengenakan atribut perguruan di perjalanan.
“Pada saat Suran semuanya harus tertib. Berangkat dan kepulangan tidak boleh memakai atribut. Dari masing-masing perguruan juga menyiapkan petugas pengamanan internal dan khusus PSHT ada sekitar 300 personel pamter yang ikut membantu pengamanan,” pungkasnya.