KEDIRI, JP Radar Kediri – Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Kediri Kota melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Setonobetek. Sidak itu untuk mengetahui harga dan stok bahan pokok (bapok) di pasar tradisional.
Menurut Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata menyebut jika hasil pemeriksaan ditemukan beberapa komoditas yang melebihi harga eceran tertinggi (HET).
“Kami menemukan ada beberapa yang melebih HET. Contohnya kayak beras, cabai, dan juga ada beberapa bapok,” ujar pria yang akrab disapa Sarif itu.
Baca Juga: Sidak Pasar, Temukan Sembako di Atas HET di Kediri, Ini Yang Wajib Diperhatikan Pedagang!
Harga beras premium saat ini di angka Rp 15.400 per kilogram (kg). Jauh lebih tinggi dari HET Rp 14.900. Kemudian juga ada bawang merah yang per kg-nya di angka Rp 50 ribu. Lebih mahal dari HET Rp 41.500.
Tak hanya itu, harga cabai rawit merah juga lebih tinggi Rp 11 ribu dari HET. Yaitu Rp 68 ribu per kg.
Namun, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga telur ayam justru turun dari Rp 30 ribu menjadi Rp 25 ribu per kg. Sementara cabai merah keriting turun dari Rp 55 ribu menjadi Rp 48 ribu per kg.
Baca Juga: Ini Kronologi Sidak Satgas Pangan hingga Temuan Beras Oplosan di Toko Modern dan Pasar Tradisional
“Nantinya temuan harga yang melebihi (HET, Red) akan kami koordinasikan ke pusat. Karena bukan di Kediri saja yang mengalami kenaikan. Ada beberapa tempat khususnya di wilayah Jawa Timur yang mengalami kenaikan,” imbuhnya.
Bapak dari dua anak itu menyebut akan menelusuri penyebab kenaikan harga ini. Baik dari stok maupun temuan-temuan lain yang menjadi faktor kenaikan harga bapok.
Termasuk akan menelusuri penyebab berkurangnya pasokan Minyakita yang ada di pasar tradisional beberapa waktu terakhir ini.
Baca Juga: Jelang Lebaran 2026 Tim Gabungan Sidak Parsel di Kediri, Ini Hasilnya!
“Tadi Minyakita di beberapa lapak memang masih ada, tetapi stoknya tidak banyak. Ini akan kami telusuri penyebabnya seperti apa. Sampai saat ini juga belum ada laporan dari masyarakat terkait dugaan penyimpangan distribusi. Untuk beras SPHP, hasil pengecekan menunjukkan stok masih aman,” paparnya
Di lain sisi, salah satu pedagang di Pasar Setonobetek Ummah, 47, menyebut jika Minyakita kemasan 1 liter sudah hilang di pasaran sejak beberapa bulan terakhir ini.
“Minyakita kemasan 1 liter dalam dua bulan terakhir kosong. Kalau kemasan 2 liter masih ada, tetapi pasokannya berkurang. Karena itu pembelian kami batasi dan pelanggan lebih kami prioritaskan,” pungkasnya.
Editor : Hilda Nurmala Risani